Ilustrasi--Balapan Formula 1(AFP/Mark Thompson/Getty Images)
SIRKUIT Internasional Sepang resmi kembali ke kalender Formula 1. Malaysia telah dikonfirmasi akan menjadi tuan rumah pengganti untuk GP Bahrain, yang dijadwalkan berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 mendatang.
Keputusan ini diambil setelah adanya kesepakatan bersama antara penyelenggara Formula 1 (FOM), FIA, pemerintah Bahrain, serta pemerintah Malaysia. Pemindahan lokasi balapan ini merupakan respons atas dinamika situasi di Timur Tengah yang berdampak pada jadwal asli balapan.
"Kami dengan senang hati mengonfirmasi bahwa Malaysia akan menjadi tuan rumah GP Bahrain pada 2026," ujar CEO Formula 1, Stefano Domenicali, sebagaimana dikutip dari laman resmi Formula 1, Rabu (29/7).
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa pemilihan Sepang telah melalui pertimbangan matang. Menurutnya, sirkuit kebanggaan masyarakat Malaysia tersebut telah memenuhi standar tinggi penyelenggaraan balap jet darat dunia.
"Selama proses ini, FIA, Manajemen Formula Satu, dan mitra kami di Bahrain telah bekerja keras untuk mengeksplorasi setiap pilihan. Keselamatan dan kesejahteraan tim, relawan, pejabat, rekan-rekan kami, dan fans tetap menjadi prioritas tertinggi kami," tegas Ben Sulayem.
Ia juga menambahkan bahwa kembalinya F1 ke Sepang merupakan bukti hubungan erat antara FIA dengan Asosiasi Olahraga Malaysia serta komitmen berkelanjutan dari pemerintah setempat dalam mendukung olahraga internasional.
Detail Perubahan Jadwal dan Lokasi
Berikut adalah ringkasan informasi terkait pemindahan seri balapan tersebut:
| Nama Event | GP Bahrain 2026 (Lokasi Pengganti) |
| Jadwal Pelaksanaan | 2 - 4 Oktober 2026 |
| Lokasi Baru | Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia |
| Alasan Pemindahan | Dampak konflik regional di Timur Tengah |
| Status Sirkuit | Debut F1 sejak 1999 |
Sebagai informasi, GP Bahrain awalnya dijadwalkan berlangsung pada April lalu. Namun, ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas keamanan di sejumlah negara Timur Tengah, sehingga penyesuaian kalender balap menjadi langkah yang tidak terhindarkan.
Sirkuit Sepang sendiri memiliki sejarah panjang dalam dunia Formula 1 sejak memulai debutnya pada tahun 1999. Kembalinya seri balapan ke Malaysia ini diharapkan dapat mengobati kerinduan para penggemar balap di kawasan Asia Tenggara. (Ant/Z-1)

















































