Ilustrasi.(Magnific)
BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali memberikan klarifikasi tegas untuk membantah klaim hoaks yang menyebutkan bahwa Bumi akan kehilangan gravitasi secara singkat pada Rabu, 12 Agustus 2026. Rumor yang beredar luas di media sosial ini dikaitkan dengan teori konspirasi mengenai proyek rahasia NASA yang disebut Project Anchor.
Komunikator sains senior NASA, Karen Fox, menyatakan kepada Newsweek bahwa teori konspirasi yang tidak masuk akal ini sering kali muncul kembali setiap tahun. Dalam pernyataan resmi yang diberikan pada Rabu (12/8), NASA menegaskan bahwa fenomena hilangnya gravitasi secara global adalah hal yang mustahil secara sains.
"Bumi tidak akan kehilangan gravitasi pada hari Rabu. Gravitasi Bumi, atau total gaya gravitasi, ditentukan oleh massanya," tulis pernyataan NASA. "Satu-satunya cara bagi Bumi untuk kehilangan gravitasi adalah jika sistem Bumi--gabungan massa inti, mantel, kerak, samudra, air daratan, dan atmosfer--kehilangan massanya."
Asal-usul Hoaks Project Anchor
Klaim ini mulai mendapatkan momentum di media sosial menjelang tanggal 12 Agustus. Berdasarkan laporan dari lembaga pemeriksa fakta Snopes pada Januari lalu, rumor ini bermula dari klaim adanya dokumen rahasia NASA yang bocor pada November 2024.
Narasi hoaks tersebut memperingatkan bahwa Bumi akan mengalami anomali gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026, yang diklaim akan menyebabkan korban jiwa massal dan gangguan global. Snopes menetapkan klaim ini sebagai berita bohong (false), karena tidak ditemukan bukti kredibel mengenai keberadaan proyek tersebut.
Beberapa unggahan di Instagram bahkan menambahkan detail dramatis, seperti anggaran proyek sebesar US$89 miliar (sekitar Rp1.400 triliun) dan klaim bahwa hanya pejabat tertentu yang akan dilindungi di bunker bawah tanah.
Kaitan dengan Gerhana Matahari Total
Munculnya kembali hoaks ini bertepatan dengan fenomena astronomi penting yang terjadi hari ini, yakni Gerhana Matahari Total. Jalur gerhana ini melintasi Greenland, Islandia, Rusia utara, Samudra Atlantik, Spanyol, dan sebagian kecil Portugal.
NASA menegaskan bahwa fenomena gerhana matahari tidak memiliki dampak luar biasa terhadap gravitasi Bumi. Meskipun tarikan gravitasi Matahari dan Bulan memengaruhi gaya pasang surut air laut, hal tersebut tidak mengubah total gravitasi planet ini.
"Daya tarik gravitasi Matahari dan Bulan pada Bumi sudah dipahami dengan baik dan dapat diprediksi puluhan tahun sebelumnya," tambah pernyataan NASA untuk meredam kekhawatiran publik. (Newsweek/I-2)


















































