Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2026 di Jakarta, Senin (3/7/2026). Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun(MI/Usman Iskandar)
NILAI tukar Rupiah pada Selasa (18/8) tercatat Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,78% (ptp) jika dibandingkan dengan level akhir Juli 2026. Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengatakan bahwa nilai tukar rupiah yang menguat tersebut didukung oleh respons kebijakan stabilisasi Bank Indonesia yang terus diperkuat.
“Perkembangan ini didukung strategi Bank Indonesia dalam mengoptimalkan seluruh instrumen moneter dan memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA),” kata Destry pada acara Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (19/8).
Dirinya menmabahkan, insentif bagi Swap Jual Lindung Nilai dinaikkan menjadi sebesar 12,5% dan insentif bagi DNDF Jual Lindung Nilai diberikan sebesar 15%.
Selain itu, insentif juga diberikan untuk meningkatkan Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra berupa premi Swap Beli Lindung Nilai sebesar 10% dan pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 10%.
Bank Indonesia akan terus menempuh berbagai strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Ke depan nilai tukar rupiah diprakirakan tetap stabil didukung penguatan respons kebijakan stabilisasi Bank Indonesia,” tandasnya. (H-4)


















































