Pemerintah Sebut Harga Daging Sapi Naik Akibat Harga Minyak Dunia Tinggi

5 days ago 3
Pemerintah Sebut Harga Daging Sapi Naik Akibat Harga Minyak Dunia Tinggi ilustrasi harga minyak dunia naik.(MI)

MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan kenaikan biaya logistik akibat tingginya harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga daging sapi di dalam negeri.

Budi mengatakan kenaikan biaya impor menjadi salah satu kendala yang dihadapi importir daging sapi. Salah satu komponen biaya yang meningkat adalah biaya logistik dan transportasi seiring kenaikan harga minyak dunia.

"Jadi memang salah satunya faktor biayanya, biaya impor yang naik. Jadi sekarang sebagian lagi nyari produk daging sapi yang biayanya nggak terlalu mahal," ujar Budi di Jakarta, Rabu (12/8).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian importir masih mencari sumber pasokan daging sapi dari negara lain yang memiliki biaya pengadaan dan logistik lebih rendah.

Di sisi lain, Budi mengungkapkan realisasi impor daging sapi saat ini masih relatif rendah, yakni rata-rata sekitar 40 persen dari kuota yang telah diberikan pemerintah melalui neraca komoditas.

Karena itu, Kemendag meminta para importir segera merealisasikan kuota impor yang telah diperoleh dengan mencari pemasok dari luar negeri yang menawarkan harga lebih kompetitif.

"Jadi kita minta untuk segera mencari sumber atau supplier di luar negeri yang harganya tentu lebih bagus sehingga bisa menutup harga-harga yang ada di dalam negeri ini," jelasnya.

Selain daging sapi, pemerintah juga mendorong percepatan realisasi impor daging kerbau. Menurutnya, daging kerbau dapat menjadi alternatif pasokan karena harganya relatif murah.

"Kita sebenarnya ada ada beberapa pilihan ya, tapi memang selama ini kebanyakan dari Australia. Tapi kita sedang mencoba dari beberapa negara yang bisa memasok, termasuk mungkin kita itu juga sebenarnya ada kuota untuk daging kerbau juga," kata Budi.

Ia menambahkan, realisasi impor daging kerbau juga masih rendah. Pemerintah akan mengupayakan agar seluruh kuota impor daging, baik sapi maupun kerbau, segera direalisasikan untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di dalam negeri.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan harga rata-rata secara nasional komoditas daging sapi berada di atas harga acuan penjualan (HAP) tingkat konsumen pada minggu pertama Agustus 2026.

Dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah, yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin, ia mengatakan harga rata-rata daging sapi secara nasional pada minggu pertama Agustus 2026 mencapai Rp143.737 per kilogram, sedangkan HAP-nya ditetapkan sebesar Rp140.000 per kilogram.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian meskipun jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging sapi hanya 56 daerah.

Selain kondisi harga secara nasional, kata Amalia, terdapat sejumlah kabupaten/kota yang mencatat harga daging sapi di atas HAP sekaligus masih mengalami kenaikan IPH.

Sebagai contoh, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, harga daging sapinya sudah 17,86 persen di atas HAP. Namun di daerah tersebut, IPH daging sapi juga masih mengalami kenaikan sebesar 7,51 persen, sehingga harga rata-rata mencapai Rp165.000 per kilogram. (Ant/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |