Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe melakukan tabur bunga di atas jembatan Sasak Kapuk, Kaliabang Tengah, dalam rangka mengenang para pejuang rakyat pada HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).(Dok Pemkot Bekasi)
PEMERINTAH Kota Bekasi mengenang perjuangan rakyat melalui tabur bunga tepat di atas jembatan Sasak Kapuk, Jalan Pejuang, Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, sebagai momentum refleksi sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Indonesia pada Senin (17/8).
Kegiatan mengenang perjuangan pahlawan Bekasi mempertahankan kemerdekaan itu dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono didampingi istri Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe didampingi istri Wuri Handayani Harris Bobihoe.
"Peringatan ini menjadi refleksi berharga bagi masyarakat. Kita hadir di sini, di momentum HUT Ke--81 RI untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi negeri ini," ujar Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe dalam keterangannya dikutip Selasa (18/8).
Ia menjelaskan, Bekasi punya sejarah panjang perjuangan. Pejuang Laskar Rakyat dipimpin tokoh ulama sekaligus pahlawan nasional KH Noer Ali bersama TKR pimpinan M Hasibuan menghalau pasukan sekutu yang mencoba masuk wilayah Bekasi.
Aksi heroik itu terjadi 29 November 1945 dan dikenal sebagai Tragedi Sasak Kapuk. Karena sulit menembus pertahanan, pasukan sekutu akhirnya menurunkan peralatan canggih dalam skala besar pada 13 Desember 1945 hingga mampu menguasai Bekasi dan membuatnya menjadi lautan api.
"Tahun 2026 menjadi momentum istimewa karena setelah 81 tahun berlalu, kunci Sasak Kapuk akhirnya dibuka kembali sebagai bagian dari napak tilas perjuangan rakyat Bekasi," kata Harris.
Bangun Monumen
Pemerintah Kota Bekasi dalam waktu dekat berencana membangun monumen di lokasi Sasak Kapuk sebagai bentuk simbol penghormatan sekaligus pengingat sejarah bahwa perjuangan para pahlawan Bekasi tidak akan pernah dilupakan.
Dia turut menekankan pentingnya menjalin kolaborasi lintas sektor terkait guna menjaga agar generasi penerus bangsa tidak sekali-kali melupakan sejarah.
Melalui peringatan tragedi Sasak Kapuk ini diharapkan para generasi muda semakin menghargai jasa pahlawan sekaligus momentum memperkuat semangat kebangsaan pada HUT ke-81 RI ini.
"Bersama kita kolaborasi. Pemerintah, ulama, dan tokoh masyarakat, kita jaga generasi penerus kita dari ancaman narkoba, pornografi, dan pengaruh LGBT maupun aktivitas negatif yang merugikan semua," tandasnya. (AK/E-4)


















































