Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).(Antara)
DIREKTORAT Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda Jawa Timur resmi memulai tahapan penyidikan terkait insiden kebakaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. Langkah awal ini difokuskan pada pengumpulan keterangan saksi dan bukti dokumen operasional kapal.
Dirpolairud Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara, menyatakan bahwa saat ini status penanganan perkara masih dalam tahap penyelidikan (lidik). Pihaknya telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah pihak yang dianggap mengetahui kronologi dan prosedur keberangkatan kapal.
“Tahap awal penyelidikan ini pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi. Statusnya masih lidik, penyelidikan baru dimulai,” ujar Kombes Pol Arman Asmara pada Rabu (12/8).
Penerapan Scientific Crime Investigation (SCI)
Dalam mengungkap penyebab pasti kebakaran, penyidik Ditpolairud Polda Jatim akan menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI). Metode ini melibatkan analisis teknis dan ilmiah untuk menelusuri seluruh proses operasional kapal, mulai dari saat bersandar di pelabuhan hingga terjadinya titik api di tengah laut.
Fokus penyelidikan meliputi:
- Pemeriksaan kendaraan yang masuk ke dalam kapal.
- Verifikasi manifes penumpang dan prosedur pemeriksaan di pelabuhan sebelum keberangkatan.
- Audit dokumen operasional dan kelaikan kapal.
- Pendalaman fakta melalui barang bukti fisik yang ditemukan di lokasi kejadian.
Data Penyelidikan KMP Mutiara Sentosa 2:
| Lokasi Insiden | Perairan Utara Kabupaten Sumenep, Madura |
| Jumlah Saksi Diperiksa | 7 Orang (Berpotensi bertambah) |
| Metode Investigasi | Scientific Crime Investigation (SCI) |
| Instansi Penyelidik | Ditpolairud Polda Jawa Timur |
Potensi Penambahan Saksi
Arman menegaskan bahwa jumlah saksi kemungkinan besar akan terus berkembang seiring dengan ditemukannya fakta-fakta baru di lapangan. Penyidik akan memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam proses pemuatan kendaraan dan penumpang di pelabuhan asal.
“Jumlah saksi akan terus berkembang. Harapannya, dari seluruh keterangan yang dikumpulkan, penyebab dugaan kebakaran kapal bisa terungkap secara terang benderang,” tambahnya.
Selain pemeriksaan saksi, tim penyidik tengah mendalami berbagai dokumen dan fakta pendukung lainnya. Penyelidikan ini dipastikan tidak hanya melihat satu aspek teknis, melainkan seluruh rangkaian sistemik yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran kapal tersebut guna memastikan apakah ada unsur kelalaian atau faktor lainnya. (FL/I-1)

















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7336618/original/055797600_1780120424-20260530_105918.jpg)
