Ratusan Hektare Sawah di Cianjur Terancam Kekeringan, Produksi Beras Tetap Surplus

14 hours ago 1
Ratusan Hektare Sawah di Cianjur Terancam Kekeringan, Produksi Beras Tetap Surplus Ilustrasi.(MI/Benny Bastiandy)

RATUSAN hektare lahan sawah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kini dalam kondisi terancam kekeringan. Fenomena ini terjadi menyusul musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut selama tiga bulan terakhir.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan lapangan dan penghitungan internal, terdapat sekitar 960 hektare lahan sawah yang masuk kategori terancam kekeringan. Namun, ia menegaskan bahwa lahan-lahan tersebut masih dalam kondisi yang bisa diselamatkan.

"Dampak kemarau panjang ini kalau ancaman secara signifikan belum ada gejala. Tapi kalau ancaman secara mikro ada karena terdapat sekitar 960 hektare lahan sawah yang terancam kekeringan dari luas tanam padi yang ada sekitar 45 ribu hektare," ujar Dandan, Selasa (18/7).

Target Produksi dan Realisasi

DTPHP menyimpulkan bahwa kemarau tahun ini tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan terhadap total produksi gabah maupun padi di Cianjur. Berdasarkan data resmi, target produksi gabah kering panen (GKP) tahun ini dipatok sebesar 1.068.615 ton, sementara gabah kering giling (GKG) ditargetkan mencapai 876.264 ton.

Target tersebut diproyeksikan dari total luas tanam sebesar 172.953 hektare dengan luas panen 133.183 hektare. Hingga akhir Juni, realisasi luas tanam telah mencapai 149.899 hektare atau sekitar 86,67% dari target. Sementara itu, realisasi luas panen tercatat sudah menyentuh angka 87.402 hektare atau 65,62%.

Dari sisi produksi, capaian GKP saat ini sudah terealisasi sebanyak 704.233 ton (65%), dan produksi GKG mencapai 577.401 ton (65,8%).

Proyeksi Surplus Beras Cianjur:

  • Produksi beras siap konsumsi: 332.843 ton
  • Kebutuhan konsumsi penduduk: 271.125 ton
  • Estimasi surplus: 61.717 ton

Kebutuhan Pangan Terjamin

Dandan menjelaskan bahwa produksi beras siap konsumsi di Kabupaten Cianjur diproyeksikan mencapai 332.843 ton untuk tahun ini. Angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung 2.634.844 jiwa penduduk Cianjur yang diproyeksikan sebesar 271.125 ton.

Penghitungan ini menggunakan asumsi rata-rata konsumsi beras sebesar 102,9 kilogram per jiwa per tahun. Dengan demikian, terdapat selisih lebih atau surplus produksi sebanyak 61.717 ton.

Meskipun optimistis produksi beras masih mencukupi dan bahkan surplus, Dandan menyatakan pihaknya tetap menunggu hasil penghitungan akurat dari Badan Pusat Statistik (BPS). "Insya Allah, produksi gabah atau beras di Cianjur cukup aman," tutupnya. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |