Ratusan Ruang Kelas SMP di Cianjur Rusak Berat, Disdikpora Lakukan Revitalisasi

4 hours ago 2
Ratusan Ruang Kelas SMP di Cianjur Rusak Berat, Disdikpora Lakukan Revitalisasi BUTUH PERBAIKAN: Disdikpora Kabupaten Cianjur menyebut masih ada ratusan ruang kelas jenjang SMP yang kondisinya rusak berat.(MI/Benny Bastiandy)

Ratusan bangunan ruang kelas jenjang SMP di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan dalam kondisi rusak berat. Pemerintah daerah setempat kini tengah berupaya melakukan perbaikan secara bertahap dengan mengandalkan sumber pembiayaan dari anggaran pusat maupun kabupaten.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, menjelaskan bahwa berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2025, terdapat 453 bangunan SMP di Cianjur dengan total 3.816 rombongan belajar (rombel). Dari total 3.534 ruang kelas yang ada, tingkat kerusakannya cukup bervariatif.

"Dari 3.534 ruang kelas, yang kondisinya baik atau layak sebanyak 2.287 ruangan. Sisanya, ada 676 ruang kelas rusak ringan, 282 ruang kelas rusak sedang, dan 289 ruang kelas rusak berat," ujar Ipan, Jumat (21/8/2026).

Ipan menambahkan, untuk kategori rusak ringan, pihak sekolah dapat mengalokasikan biaya perawatan sebesar 20% dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, untuk kerusakan sedang hingga berat, diperlukan intervensi anggaran yang lebih besar.

Target Revitalisasi dan Ruang Kelas Baru

Selain masalah kerusakan, Cianjur juga menghadapi kekurangan fasilitas. Berdasarkan data Dapodik 2025, terdapat kebutuhan mendesak sebanyak 289 Ruang Kelas Baru (RKB). Ipan menjelaskan bahwa upaya pemenuhan fasilitas ini dilakukan melalui program revitalisasi yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Pada tahun ini, Disdikpora Cianjur menargetkan perbaikan 33 ruang kelas dan pembangunan 7 RKB di tingkat SMP. "Sedangkan untuk program revitalisasi mencakup 23 sekolah. Ini meliputi rehabilitasi ruang kelas, laboratorium, hingga ruang administrasi seperti ruang TU, guru, kepala sekolah, dan perpustakaan," jelasnya.

Perbaikan Fasilitas Penunjang

Kondisi memprihatinkan tidak hanya terjadi pada ruang kelas, tetapi juga pada fasilitas penunjang pendidikan lainnya. Ipan mencatat ada tujuh sekolah yang membutuhkan pembangunan ruang guru baru.

Data menunjukkan dari total ruang guru yang ada, sebanyak 267 ruangan dalam kondisi baik, 123 rusak ringan, 43 rusak sedang, dan 13 ruangan rusak berat. Masalah serupa ditemukan pada fasilitas laboratorium.

Dari 453 sekolah SMP di Cianjur, baru 288 sekolah yang memiliki laboratorium, sementara 165 sekolah lainnya belum memiliki fasilitas tersebut. Kondisi laboratorium yang ada pun tidak semuanya prima.

"Ruang laboratorium yang kondisinya baik sebanyak 148 ruangan. Kemudian rusak ringan ada 63 ruangan, rusak sedang 42 ruangan, dan rusak berat 23 ruangan," tutup Ipan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |