Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menyelesaikan lukisan berjudul Misteri di Sungai Progo saat melukis bersama SBY Art Commmunity di Taman Kyai Langgeng, Magelang, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026).(Antara/Anis Efizudin)
PRESIDEN ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak mengabaikan kesehatan fiskal dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun 2027. SBY menekankan bahwa ambisi pertumbuhan yang tinggi harus dibarengi dengan pengelolaan anggaran yang disiplin serta evaluasi berkala.
Pesan tersebut disampaikan SBY merespons langkah Presiden Prabowo yang menetapkan target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027, angka yang lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 2026 sebesar 5,4%.
"Saya hanya ingin berpesan ke teman-teman yang mengemban tugas di pemerintahan agar tetap konsisten. Jaga betul kesehatan fiskal kita, kemudian implementasinya yang bagus. Jangan ada penyimpangan di sana-sini," ujar SBY melalui unggahan di akun pribadinya @SBYudhoyono, Senin (17/8/2026).
Pentingnya Evaluasi dan Tata Kelola
SBY menggarisbawahi bahwa evaluasi kebijakan secara rutin sangat krusial agar ambisi pembangunan tidak memicu persoalan baru dalam pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, manajemen pemerintahan yang baik menuntut adanya peninjauan setiap saat terhadap efektivitas kebijakan yang dijalankan.
Meski target 6% tergolong ambisius, SBY menilai hal tersebut bukan mustahil untuk dicapai. Ia merujuk pada masa kepemimpinannya selama dua periode, di mana pertumbuhan ekonomi rata-rata berada di kisaran 6%.
"Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai. Pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6 persen, alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per capita meningkat secara tajam," ungkapnya.
Pertumbuhan untuk Kesejahteraan
Lebih lanjut, SBY mengingatkan bahwa angka pertumbuhan ekonomi pada akhirnya harus berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat. Target Produk Domestik Bruto (PDB) tidak boleh menjadi sekadar angka, tetapi harus diterjemahkan ke dalam penurunan angka kemiskinan, pengurangan pengangguran, serta peningkatan kualitas layanan publik.
Ia menilai agenda pembangunan yang diusung pemerintahan Prabowo--seperti peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur--sudah sejalan dengan harapan rakyat. Namun, ia kembali mewanti-wanti agar belanja pemerintah tetap terkendali.
"Apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat karena isu-isu itu memang menjadi harapan rakyat Indonesia," tambahnya.
Konteks Target Ekonomi 2027
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% pada 2027. Target ini disampaikan dalam Sidang Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di hadapan DPR RI, Jumat (14/8/2026).
"Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen. Lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen," tegas Prabowo dalam sidang tersebut.
Pesan dari SBY ini menjadi catatan penting bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional memerlukan keseimbangan antara ambisi pembangunan, kualitas belanja, dan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran negara agar tetap sehat secara fiskal. (I-2)


















































