Sekolah Rakyat Disebut Strategi Putus Rantai Kemiskinan

2 days ago 2
Sekolah Rakyat Disebut Strategi Putus Rantai Kemiskinan Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Sekolah Rakyat bertujuan memutus rantai kemiskinan.(Dok. MetroTv)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun Sekolah Rakyat sebagai strategi utama memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini dirancang khusus untuk menyasar anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya di seluruh Indonesia.

"Strateginya adalah kita harus memutuskan lingkaran kemiskinan," ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo menekankan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak boleh mewarisi kondisi ekonomi orang tua mereka. Melalui Sekolah Rakyat, negara melakukan intervensi dengan menyediakan fasilitas pendidikan berasrama, tempat tinggal layak, makanan bergizi, akses komputer, hingga lingkungan belajar yang aman.

Langkah ini disebut sebagai implementasi nyata amanat Pasal 34 UUD 1945 mengenai kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Hingga saat ini, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah beroperasi. Pemerintah menargetkan pembangunan mencapai 182 sekolah agar setiap kabupaten memiliki minimal satu unit Sekolah Rakyat.

Dalam pidatonya, Presiden menceritakan kisah inspiratif Muhammad Rizki Pratama (12), siswa Sekolah Rakyat yang sebelumnya putus sekolah dan bekerja menjual ikan sejauh puluhan kilometer. Rizki yang awalnya kesulitan membaca dan berhitung, kini mendapatkan kesempatan menata masa depan melalui pendidikan yang layak.

"Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," tegas Prabowo.

Keberhasilan program ini mulai terlihat dari prestasi para siswanya. Tujuh pelajar Sekolah Rakyat di Makassar berhasil memenangkan Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 di berbagai bidang sains dan sosial. Selain itu, Ismi Ulfaidah dari Sekolah Rakyat Polewali Mandar sukses terpilih menjadi anggota Paskibraka nasional.

Presiden menilai capaian tersebut membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang prestasi jika negara hadir memberikan fasilitas dan bimbingan yang tepat. Ia memastikan program ini akan terus diperluas agar menjangkau seluruh pelosok negeri.

"Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan," pungkasnya. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |