Pengibaran Bendera Bawah Laut di Pulau Miang, Kaltim(MI/HO)
PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Timur berlangsung khidmat dengan cara yang unik. Semangat nasionalisme tidak hanya menggema di daratan, tetapi juga dikibarkan dari kedalaman perairan Pulau Miang, di tengah hamparan terumbu karang dan kekayaan biota laut.
Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Yekhalis Scuba School, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Miang, serta sejumlah jurnalis untuk melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI sekaligus strategi untuk memperkenalkan potensi wisata bahari Pulau Miang ke kancah yang lebih luas.
Perjalanan menuju lokasi ini menuntut dedikasi tinggi. Rombongan harus menempuh jarak ratusan kilometer dengan waktu tempuh yang cukup lama demi membawa misi promosi wisata daerah.
| Jarak Tempuh | Sekitar 335 Kilometer |
| Waktu Perjalanan | Hampir 9 Jam |
| Lokasi Alternatif Penyelaman | Kawasan Karang Latohan |
| Kedalaman Penyelaman | 5 hingga 8 Meter |
“Kami berangkat ke Pulau Miang sejauh 335 km dengan lama perjalanan hampir 9 jam, tentu dengan misi dan tujuan yang jelas, rencana yang cukup, dan strategi yang telah disiapkan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal, Senin (17/8/2026).
Tantangan Alam dan Rencana Hiu Tutul
Awalnya, Dispar Kaltim merencanakan prosesi yang lebih spektakuler, yakni mengibarkan bendera di habitat hiu tutul (whale shark). Berdasarkan data para penyelam, terdapat sekitar enam hingga tujuh ekor hiu tutul yang kerap muncul di perairan Pulau Miang. Keberadaan satwa raksasa ini ingin diperkenalkan sebagai ikon baru wisata bahari Kaltim selain kawasan Talisayan.
Namun, faktor cuaca menjadi kendala utama. Angin kencang dan gelombang tinggi memaksa tim untuk mengubah rencana demi keselamatan. Lokasi akhirnya dipindahkan ke Karang Latohan yang memiliki pemandangan bawah laut tak kalah menawan dengan beragam jenis ikan dan terumbu karang yang sehat.
“Rencana awal kita ingin pengibaran bendera bawah laut bersama whale shark di kawasan habitatnya. Tetapi situasinya tidak memungkinkan, angin kencang sekali dan gelombang tinggi,” jelas Faisal.
Meski kedalaman penyelaman disesuaikan dari rencana awal 10 meter menjadi kisaran 5-8 meter, upacara tetap berjalan sukses.
Nasionalisme dan Promosi Wisata
Suasana upacara di bawah laut memberikan kesan mendalam. Tanpa derap langkah pasukan, para penyelam memberikan penghormatan di tengah birunya laut dan arus bawah air. Setelah prosesi inti, kegiatan dilanjutkan dengan pawai konvoi menyelam sambil membawa bendera Merah Putih.
Bagi Pemerintah Provinsi Kaltim, momentum 17 Agustus adalah saat yang tepat untuk menyatukan pesan nasionalisme dengan upaya pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata. Pulau Miang sengaja dipilih agar destinasi ini semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kita ingin promosikan wisata air di Pulau Miang. Cantik, bagus. Kita juga ingin sampaikan bahwa di Pulau Miang ada hiu tutul yang selama ini lebih banyak dikenal di Talisayan,” pungkas Faisal.
Diharapkan, kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat lokal yang hidup berdampingan dengan kekayaan laut Pulau Miang. (Z-1)


















































