TNI AL Kerahkan Alutsista dan Rumah Sakit Terapung untuk Korban Gempa Flores

16 hours ago 2
TNI AL Kerahkan Alutsista dan Rumah Sakit Terapung untuk Korban Gempa Flores Komandan Guskamla Koarmada II, Laksmana TNI Edy Setyawan(Dok KRI Hatta)

TNI Angkatan Laut mengerahkan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Salah satu yang disiapkan ialah KRI dr. Soeharso yang akan difungsikan sebagai rumah sakit terapung di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai.

Komandan Satgas Laut sekaligus Komandan Guskamla Koarmada II, Laksmana TNI Edy Setyawan, mengatakan KRI dr. Soeharso diberangkatkan dari Surabaya dengan membawa tenaga kesehatan, perlengkapan medis, serta berbagai kebutuhan penanganan darurat.

"KRI Soeharso ini kita fungsikan sebagai rumah sakit terapung di sana. Kita memiliki fasilitas lengkap yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Edy, Selasa (18/8) di Labuan Bajo.

Selain KRI dr. Soeharso, TNI AL mengerahkan KRI Bung Tomo dan KRI Hiu. KRI Bung Tomo saat ini telah berada dalam operasi Satgas Laut, sedangkan KRI Hiu masih berada di Kupang dan segera bergerak menuju Pelabuhan Reo.

Edy mengatakan pengerahan kapal perang tersebut juga untuk mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak gempa, terutama di Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Menurut dia, kondisi sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah terdampak cukup memprihatinkan setelah diguncang gempa. Karena itu, keberadaan KRI dr. Soeharso diharapkan menjadi fasilitas rujukan bagi masyarakat selama masa tanggap darurat.

"Fasilitas kesehatan yang ada di darat sangat terbatas, khususnya ketersediaan obat-obatan," ujarnya.

Selain tenaga kesehatan, TNI AL mengerahkan sekitar 200 personel satuan setingkat batalyon komposit. Mereka membawa alat berat dan akan membantu mendirikan dapur lapangan serta rumah sakit lapangan.

Jalur laut juga dipilih untuk mempercepat distribusi logistik dari Labuan Bajo menuju Reo. Edy menyebut perjalanan melalui jalur darat dapat mencapai sekitar sembilan jam, sedangkan dengan kapal hanya membutuhkan sekitar dua setengah jam.

"Jadi sangat lebih efektif ketika mendistribusikan sembako atau bantuan lainnya dari Labuan Bajo sebagai marshalling area, digeser melewati laut," katanya.

Pengerahan alutsista dan rumah sakit terapung ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan TNI AL untuk mendukung penanganan warga terdampak gempa Flores selama masa tanggap darurat.(MM/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |