Pemilih minoritas Chelsea Todd Boehly(AFP/PATRICK T. FALLON )
STRUKTUR kepemilikan Chelsea kini berada di persimpangan jalan setelah muncul laporan bahwa Chairman Todd Boehly dan Direktur Mark Walter tengah menjajaki kemungkinan untuk menjual saham mereka kepada pemilik mayoritas klub, Clearlake Capital. Langkah ini menyusul adanya keretakan hubungan internal yang mulai terendus sejak awal 2024.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembicaraan di dalam grup kepemilikan Chelsea telah dimulai setelah kedua belah pihak sempat mempertimbangkan untuk saling membeli saham satu sama lain. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Clearlake Capital, yang memegang 61,5% saham di bawah kendali Behdad Eghbali dan Jose E. Feliciano, berpeluang besar untuk mengambil alih porsi milik mitra minoritas mereka.
Valuasi Klub dan Porsi Saham
Todd Boehly dan Mark Walter masing-masing memiliki 12,8% saham di klub London Barat tersebut. Dengan valuasi klub yang diperkirakan mencapai £5 miliar (sekitar Rp101,5 triliun), masing-masing dari mereka diprediksi akan menerima dana segar sebesar £640 juta (sekitar Rp13 triliun) jika penjualan terealisasi. Selain keduanya, miliarder Swiss Hansjorg Wyss juga memiliki 12,8% saham, meski posisinya dalam negosiasi ini masih belum dipastikan.
Mark Walter sendiri baru-baru ini menjadi sorotan setelah menjual saham mayoritasnya di Los Angeles Lakers dengan nilai rekor $12,5 miliar. Di sisi lain, kerajaan bisnis Walter dilaporkan tengah berada di bawah penyelidikan jaksa federal AS dan Securities and Exchange Commission (SEC).
Pergeseran Kekuasaan di Stamford Bridge
Sejak konsorsium ini mengambil alih Chelsea dari Roman Abramovich senilai £2,3 miliar pada 2022, peran Todd Boehly terus mengalami penyusutan.
Awalnya ia merupakan wajah publik dari akuisisi tersebut dan sempat menjabat sebagai direktur olahraga interim. Namun, sesuai kesepakatan awal, posisi Boehly sebagai Chairman akan digantikan oleh perwakilan yang ditunjuk Clearlake pada akhir musim ini.
Dominasi Behdad Eghbali semakin terlihat sejak 2023, saat ia menjadi sosok paling berpengaruh dalam kebijakan transfer pemain. Perubahan ini juga diiringi dengan hengkangnya sejumlah eksekutif senior dalam dua tahun pertama kepemilikan baru.
Pemicu Konflik: Masa Depan Stadion
Meskipun beberapa pihak di internal klub mencoba meredam isu keretakan dengan menunjukkan kebersamaan para pemilik di laga-laga penting, perbedaan visi mengenai infrastruktur menjadi ganjalan utama. Rencana pengembangan Stamford Bridge atau opsi pindah ke stadion baru menjadi sumber ketegangan yang nyata.
Dalam wawancara dengan Bloomberg, Maret lalu, Boehly sempat memberikan sinyal mengenai perbedaan pandangan ini. "Kami memiliki peluang pengembangan stadion besar yang harus kami matangkan. Di situlah kami akan selaras atau akhirnya memutuskan untuk menempuh jalan yang berbeda," ujarnya.
Di lapangan hijau, Chelsea yang finis di peringkat ke-10 Liga Primer Inggris musim lalu kini memulai era baru di bawah asuhan manajer Xabi Alonso. Hingga saat ini, pihak Chelsea maupun perwakilan dari Boehly, Walter, dan Clearlake masih menolak untuk memberikan komentar resmi terkait dinamika internal ini.
| Clearlake Capital (Eghbali & Feliciano) | 61,5% | Pemilik Mayoritas |
| Todd Boehly | 12,8% | Chairman (Minoritas) |
| Mark Walter | 12,8% | Direktur (Minoritas) |
| Hansjorg Wyss | 12,8% | Minoritas |
(bbc/Z-1)


















































