Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Zerenay Cosgrove Francis mengenakan busana adat Flores Upacara Peringatan HUT ke-81 RI tingkat Kota Kupang, Senin (17/8).(Dok. Humas Pemkot Kupang)
WALI Kota Kupang Christian Widodo dan Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang Serena Cosgrova Francis menunjukkan solidaritas mendalam kepada masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi. Hal itu ditunjukkan melalui busana adat yang mereka kenakan saat Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Kupang, Senin (17/8/2026).
Christian mengenakan pakaian adat Manggarai berwarna dasar hitam, sementara Serena mengenakan kain adat Sikka dengan warna senada. Pilihan busana ini menjadi simbol kepedulian Pemerintah Kota Kupang terhadap masyarakat Flores yang tengah berduka akibat bencana alam tersebut.
Seusai upacara, Christian menjelaskan bahwa busana adat tersebut sengaja dipilih sebagai bentuk dukungan moral. "Hari ini saya mengenakan pakaian adat Manggarai, sedangkan Ibu Wakil Wali Kota mengenakan kain adat Sikka. Ini bentuk kepedulian dan dukungan kami kepada saudara-saudara kita di Flores yang terdampak gempa bumi," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa warna hitam yang mendominasi pakaian mereka merupakan ungkapan belasungkawa bagi para korban yang meninggal dunia. "Kita ingin menyampaikan bahwa masyarakat Flores tidak sendiri. Ada duka yang kita rasakan bersama, dan Pemerintah serta masyarakat Kota Kupang berdiri bersama saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana," tegas Christian.
Dalam upacara yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang tersebut, Christian bertindak sebagai inspektur upacara. Agenda ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Kupang, Forkopimda, TNI-Polri, instansi vertikal, veteran, tokoh agama, ASN, hingga pelajar.
Dalam amanatnya, Christian mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan sebagai amanah yang harus diwujudkan melalui pelayanan dan pembangunan yang dirasakan langsung masyarakat.
“Dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah memastikan kemerdekaan itu benar-benar dirasakan rakyat,” tegasnya.
Menurut dia, pembangunan tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus meningkatkan kualitas manusia melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta pelayanan pemerintahan yang mudah dan adil.
Christian juga menyinggung penanganan kelangkaan dan kenaikan harga minyak tanah di Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang, kata dia, turun langsung memastikan distribusi berjalan baik, mencegah penimbunan dan pembelian berlebihan untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi, serta berkoordinasi mengupayakan penambahan kuota.
“Pesannya sederhana, kebutuhan rakyat harus didahulukan. Negara harus hadir untuk memudahkan rakyat, bukan membuat rakyat semakin sulit,” tegasnya.
Program Bapenda Merah Putih
Pada momentum HUT ke-81 RI, Pemkot Kupang juga menghadirkan program Bapenda Merah Putih berupa pengurangan denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 25 hingga 75 persen bagi masyarakat yang memiliki tunggakan, sesuai tahun tunggakan. Program tersebut berlaku 1–31 Agustus 2026.
Christian mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut sebagai bagian dari gotong royong membangun daerah. “Pemerintah wajib mengelolanya secara transparan dan bertanggung jawab. Masyarakat mengambil bagian dengan memenuhi kewajibannya. Dari sinilah kemandirian daerah kita dibangun,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi Paskibraka Kota Kupang yang telah menjalankan tugas dengan baik serta mengingatkan agar disiplin, kerja keras dan kebersamaan yang diperoleh selama latihan menjadi bekal dalam kehidupan.
Mengakhiri amanatnya, Christian menegaskan bahwa kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja dan pelayanan nyata. “Bagi ASN, kemerdekaan berarti bekerja dengan integritas dan melayani dengan sungguh-sungguh. Bagi dunia usaha, kemerdekaan berarti membuka kesempatan dan menciptakan lapangan kerja. Bagi masyarakat, kemerdekaan berarti ikut menjaga ketertiban, membayar pajak, menjaga lingkungan dan mengambil bagian dalam pembangunan. Dan bagi kita semua, kemerdekaan berarti menjaga persatuan dan kepedulian,” ujarnya. (H-3)


















































