Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo melantik dan mengambil sumpah 148 pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Senin (10/8/2026).(MI/Palce Amalo)
WALI Kota Kupang dr. Christian Widodo melantik dan mengambil sumpah 148 pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Senin (10/8).
Dalam sambutannya, Christian mengatakan mutasi dan rotasi dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Sejumlah aparatur dinilai telah terlalu lama berada pada posisi yang sama sehingga perlu diberikan ruang untuk mengembangkan karier, kreativitas, dan inovasi.
Proses rotasi pejabat tersebut dilakukan bersama Wakil Wali Kota Serena Francis setelah melihat adanya aparatur yang telah belasan tahun menjadi staf maupun lurah yang cukup lama menduduki posisi yang sama.
Menurut Christian, penyegaran diperlukan agar aparatur tidak terjebak dalam zona nyaman dan memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai kompetensinya. Namun, dia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjaga amanah dan integritas.
"Jabatan bukan sekadar status, tetapi selalu diikuti tanggung jawab yang lebih besar. Semakin tinggi jabatan, pasti diikuti oleh semakin tinggi tanggung jawab. Great power comes great responsibility,” ujarnya.
Khusus kepada para lurah, Christian meminta agar segera membenahi pelayanan kepada masyarakat karena kelurahan merupakan ujung tombak program pemerintah karena menjadi tempat masyarakat berhadapan langsung dengan pemerintah.
Pelayanan administrasi kependudukan, surat keterangan domisili, surat keterangan tidak mampu, surat kematian, hingga pendataan warga miskin dan rentan diminta menjadi perhatian para lurah.
Selain itu, Christian meminta lurah menertibkan aparatur di wilayah masing-masing, terutama terkait disiplin jam kerja, kehadiran, dan ketentuan berpakaian. Lurah juga diminta harus bertanggung jawab apabila masih ditemukan staf yang tidak disiplin saat jam kerja. Menurut Christian, seorang pemimpin tidak boleh melempar kesalahan kepada bawahannya.
“Pemimpin yang baik tidak salah menyalahkan. Good leader never play the blame game,” ujarnya.
Minta Kreatif di Tengah Efisiensi
Dalam sambutannya, Christian juga meminta pejabat tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk tidak menjalankan program. Sebaliknya, kondisi efisiensi harus mendorong aparatur memperbaiki pola kerja agar lebih efektif dan efisien.
Untuk itu, ia minta aparatur mengembangkan kreativitas, mencari solusi, dan membangun kolaborasi ketika menghadapi keterbatasan sumber daya.
Dia mencontohkan sejumlah pembangunan di Kota Kupang yang menurutnya tetap dapat dilakukan meski dalam kondisi efisiensi anggaran. “Anggaran terbatas, cara kerjanya yang diperbaiki supaya lebih efisien,” katanya.
Selain itu, moto “Memerintah adalah Melayani” harus dipajang di kantor-kantor lurah sebagai pengingat bagi aparatur bahwa jabatan merupakan amanah untuk melayani masyarakat.
Christian turut mengingatkan para pejabat agar menjaga integritas dan menghindari praktik pungutan liar. Ia bahkan meminta mereka menempatkan foto keluarga di meja kerja sebagai pengingat moral agar setiap tindakan dalam menjalankan tugas tidak mencoreng nama baik keluarga.
Dia menggambarkan kemajuan Kota Kupang sebagai hasil kerja bersama seluruh aparatur, mulai dari pemerintah kota hingga tingkat kelurahan. “Kalau Kota Kupang bercahaya, bukan karena obor yang dinyalakan di kantor Wali Kota. Kalau Kota Kupang bercahaya, itu karena lilin-lilin kecil yang dinyalakan di kantor-kantor dinas, kantor-kantor camat, bahkan sampai di kantor-kantor lurah dan keluarga-keluarga yang ada di Kota Kupang,” ujarnya. (PO/E-4)


















































