Jakarta, CNN Indonesia --
Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny resmi melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh sebuah wedding organizer (WO) ke Polres Metro Jakarta Timur.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Bayu Kurniawan mengatakan laporan itu dibuat pada Minggu (24/5). Laporan dilayangkan satu hari setelah korban melangsungkan pernikahan pada Sabtu (23/5).
"Laporan baru dibuat kemarin, korban baru buat laporan polisi sore kemarin, LP sudah dibuat," kata Bayu saat dihubungi, Senin (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Bayu, pihaknya masih menyelidiki laporan yang dilayangkan oleh pengantin tersebut. Sejauh ini, polisi sudah meminta klarifikasi tiga orang saksi, yakni dari dua korban dan satu lainnya adalah saksi yang merupakan saudara dari pengantin perempuan.
Bayu menyebut hari ini pihaknya berencana akan mendatangi lokasi kantor WO tersebut yang disebut berada di Jakarta Garden City (JGC).
"Kita mau cek kantornya di JGC seperti apa, katanya kan si korban sempat fitting baju di kantornya di JGC, kita mau cek dulu ke sana, bener enggak ada kantornya di sana dalam rangka mencari informasi juga," ujarnya.
Bayu turut membeberkan sebelum melangsungkan pernikahan, korban sempat menghubungi pemilik WO. Namun, pemilik WO itu tidak memberikan kabar.
"Sebelum pernikahannya berlangsung, nggak ada kabar, dan hilang, dia (korban) tetap melangsungkan pernikahannya tanggal 23," ucap dia.
Dikutip dari Antara, Feny selaku korban mengaku awal mula dirinya menggunakan jasa WO Marwah tersebut setelah melihat promosi melalui media sosial Instagram. Saat itu, dia tertarik dengan paket pernikahan yang ditawarkan dan kemudian melakukan pembayaran uang muka atau down payment (DP).
"Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp85,5 juta," kata dia.
Setelah pembayaran awal dilakukan, pasangan itu lalu mengikuti sesi pengujian makanan (test food) yang digelar oleh pihak WO. Dalam acara tersebut, Feny mengaku melihat banyak staf yang bekerja, mulai dari vendor dekorasi, make-up artist (MUA), pembawa acara atau Master of Ceremony (MC), hingga contoh pelaminan dan makanan prasmanan.
Selanjutnya, pasangan itu menjalani proses mencoba (fitting) pakaian pengantin di kantor WO yang berada di kawasan JGC. Pembayaran kemudian dilakukan secara bertahap hingga lunas pada awal April 2026.
Korban bahkan sempat menambah jumlah tamu (pax) pada 11 Mei 2026. Namun, kecurigaan mulai muncul saat rapat persiapan atau technical meeting (TM) yang digelar secara online, yang dinilai tidak profesional dan berlangsung sangat singkat.
"Technical meeting cuma sekitar 10 menit dan sangat tidak detail. Saya tanya soal rundown, alur masuk venue, pembagian sesi tamu, semuanya dijawab nanti diinformasikan satu hari sebelum acara (H-1)," tutur Feny.
Kecurigaan semakin besar setelah Feny mendengar ada korban lain yang sebelumnya mengeluhkan pelayanan WO tersebut. Mulai dari keterlambatan katering hingga jumlah makanan yang tidak sesuai pesanan.
Puncaknya terjadi pada 13 Mei 2026 atau sekitar H-10 acara. Saat itu, pihak Gedung Islamic Center Bekasi menghubungi pasangan tersebut dan menyampaikan pembayaran gedung belum dilunasi oleh pihak WO.
"Dari pihak Islamic Center bilang masih kurang pembayaran sekitar Rp17,5 juta. Ternyata, pihak WO baru bayar DP sekitar Rp6 juta," ujar Feny.
Korban kemudian mencoba menghubungi pihak WO berkali-kali, namun tidak mendapat respons jelas. Hingga akhirnya pada H-1 pernikahan, korban mendatangi kantor WO tersebut di JGC dan mendapati lokasi tersebut sudah kosong.
Korban kemudian mencari gudang WO di kawasan Rorotan. Di lokasi tersebut, mereka bertemu dengan pihak pengelola WO yang terus memberikan alasan berbelit terkait pembayaran lokasi acara (venue).
Bahkan, pihak WO sempat menandatangani surat pernyataan di atas materai terkait tanggung jawab pelaksanaan acara. Namun setelah itu, pemilik WO pergi meninggalkan lokasi dengan alasan ada urusan lain.
Situasi semakin mencurigakan saat sejumlah pekerja dekorasi dan katering mengaku tidak mendapat arahan dari pemilik WO. Bahkan, beberapa pekerja meninggalkan lokasi karena tidak ada kepastian pekerjaan.
(dis/isn)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
4































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540311/original/082032500_1774698654-timnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539716/original/098116100_1774614737-Kep._Solomon_vs_Bulgaria-21.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533600/original/087854100_1773745989-000_84FC6T6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539719/original/000758000_1774614739-Kep._Solomon_vs_Bulgaria-22.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540699/original/028776600_1774780637-Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540582/original/068392300_1774769953-20260329AA_Bulgaria-5.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539837/original/077689600_1774627163-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540324/original/084011600_1774703884-InShot_20260328_201629947.jpg.jpeg)