5 Kebiasaan Penyelamat Jantung, Cinta Keluarga Jadi Penguat

5 hours ago 4
5 Kebiasaan Penyelamat Jantung, Cinta Keluarga Jadi Penguat Ilustrasi: Pola makan seperti mengisi piring dengan sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah.(Freepik)

MENJAGA kesehatan jantung tidak cukup hanya mengandalkan obat dan teknologi medis. Konsistensi menjalani kebiasaan sehat sehari-hari serta dukungan keluarga berperan penting dalam mencegah penyakit jantung dan menjaga keberhasilan terapi.

Hal itu ditekankan Prof Dasaad Mulijono, Guru Besar Lifestyle Medicine dan Konsultan Kardiologi Intervensi. Menurutnya, langkah menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Ia menganjurkan masyarakat memperbanyak konsumsi makanan nabati utuh, rutin beraktivitas fisik, mencukupi waktu tidur, mengelola stres, serta menghindari rokok.

Pola makan, lanjut Dasaad, dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Masyarakat disarankan mengisi piring dengan sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Aktivitas fisik juga perlu dilakukan secara konsisten. Jalan cepat selama sekitar 30 menit setiap hari dapat menjadi pilihan aktivitas sederhana untuk menjaga kebugaran dan kesehatan jantung.

Selain itu, tidur berkualitas selama 7-8 jam penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Dasaad mengingatkan bahwa kebiasaan begadang dapat memberikan dampak buruk bagi jantung.

Pengelolaan stres juga tidak kalah penting. Doa, latihan pernapasan, serta dukungan dari lingkungan sosial dapat membantu seseorang menghadapi tekanan sehari-hari.

“Jantung tidak meminta hal rumit. Ia hanya meminta konsistensi,” ujar Dasaad dalam keterangannya, Rabu (12/8).

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi rokok dan lebih kritis dalam menyaring informasi kesehatan yang beredar di media sosial.

Menurut Dasaad, dua hal lain yang kerap luput diperhatikan adalah kecukupan vitamin D melalui paparan sinar matahari pagi dan hubungan sosial. Relasi sosial yang baik dinilai turut berperan dalam menjaga kesehatan jantung.

“Kesepian adalah faktor risiko jantung yang tak terlihat,” ujar Dasaad, pelopor penggunaan drug-coated balloon (DCB) di Indonesia. Berbeda dengan stent konvensional, teknologi DCB membuka sumbatan pembuluh darah tanpa meninggalkan benda asing di dalam pembuluh. Pendekatan ini mempertahankan kelenturan dan anatomi pembuluh darah serta membantu menekan risiko peradangan jangka panjang.

Peran Keluarga

Dasaad menilai keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, terutama melalui pola makan di rumah. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari dapur keluarga.

Keluarga dapat mengurangi penggunaan santan kental, menyediakan buah potong, menambahkan sayuran hijau dan buah bit ke dalam menu mingguan, serta mengganti makanan yang digoreng dengan pilihan seperti kacang rebus.

Anak juga dapat dilibatkan dalam menyiapkan makanan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu membentuk selera dan kebiasaan makan sehat sejak dini.

Dukungan keluarga tidak berhenti pada pola makan. Keluarga juga dapat membantu pasien mengingat konsumsi obat, menemani beraktivitas fisik, serta menciptakan suasana rumah yang lebih tenang.

Menurut Dasaad, dukungan keluarga berkaitan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Ia menyebut data di RS Bethsaida menunjukkan pasien dengan dukungan keluarga memiliki tingkat kepatuhan tinggi dan angka restenosis yang sangat rendah.

“Cinta keluarga adalah obat jantung yang tidak tertulis di resep,” tandas Dasaad. (B-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |