Kerja sama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan pemerintah Inggris melalui program UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT)(MI/HO)
DIREKTORAT Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat langkah dekarbonisasi sektor maritim melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Inggris. Kerja sama yang dijalin melalui program UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) ini menghasilkan peluncuran tiga dokumen strategis untuk mempercepat transisi menuju ekosistem maritim rendah karbon di Indonesia.
Peluncuran ini melibatkan Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM) sebagai mitra pelaksana. Ketiga dokumen tersebut dirancang sebagai instrumen teknis yang saling melengkapi untuk mendukung operasional pelabuhan dan pelayaran yang lebih ramah lingkungan.
Tiga Dokumen Strategis Dekarbonisasi Maritim
Berikut adalah rincian dari tiga dokumen yang diluncurkan dalam Forum Kolaboratif UK PACT di Jakarta:
| Buku Panduan Efisiensi Energi Sektor Maritim | Memberikan acuan praktis bagi operator pelabuhan dan perusahaan pelayaran untuk mengoptimalkan penggunaan energi. |
| Kajian Bahan Bakar Alternatif | Menganalisis profil, model bisnis, dan jalur peralihan armada nasional menuju bahan bakar rendah karbon. |
| Kajian Optimalisasi Onshore Power Supply (OPS) | Rekomendasi penyediaan listrik darat untuk kapal bersandar guna mengurangi penggunaan mesin bantu diesel. |
Mendorong Daya Saing Global
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan langkah strategis menjaga daya saing pelayaran nasional.
"Peran kami adalah memastikan armada dan pelabuhan Indonesia terus bergerak menuju green shipping dan green ports," ujar Lollan pada Selasa (14/7).
Langkah ini sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia tahun 2060 serta Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 8 Tahun 2023. Selain itu, program ini mendukung mandat efisiensi energi dalam PP Nomor 40 Tahun 2025 dan target dekarbonisasi International Maritime Organization (IMO).
Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia
UK Minister-Counsellor for Development dari Kedutaan Besar Inggris Jakarta, Peter Rajadiston, menyatakan kebanggaannya atas kemitraan ini. Menurutnya, inisiatif ini memperkuat program infrastruktur berkelanjutan "MELAJU" yang diusung Inggris untuk mendorong pertumbuhan hijau di Indonesia.
"Pedoman dan studi ini akan memperkuat landasan pengambilan keputusan berbasis bukti serta investasi strategis untuk ekosistem maritim yang lebih tangguh," kata Peter.
Direktur Eksekutif IREEM, Arief Yunan, menambahkan bahwa dokumen ini dirancang untuk menjembatani target besar pemerintah dengan implementasi nyata di lapangan. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga teknis dianggap sebagai kunci keberhasilan transformasi ini.
Komitmen Bersama: Acara ditutup dengan penandatanganan simbolis antara Kementerian Perhubungan, PT PELNI (Persero), dan PT Pelindo (Persero). Ketiga pihak berkomitmen mempercepat dekarbonisasi melalui teknologi rendah karbon dan efisiensi energi di seluruh lini operasional maritim.
(Z-1)


















































