Ilustrasi personel wajib militer Denmark.(Anadolu)
OTORITAS Denmark untuk pertama kalinya akan mengirim lebih dari 100 personel wajib militer ke Greenland di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin menjadikan pulau tersebut sebagai bagian dari AS.
Reuters pada Selasa melaporkan, langkah itu dilakukan seiring perluasan program wajib militer Denmark yang kini juga mencakup perempuan. Sebelumnya, pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah memperingatkan AS agar tidak berupaya mengambil alih pulau tersebut serta menegaskan pentingnya menghormati integritas wilayah mereka.
Angkatan Bersenjata Denmark menyatakan sekitar 1.600 pemuda mulai menjalani wajib militer yang masa dinasnya diperpanjang menjadi 11 bulan, dari sebelumnya empat bulan. Undang-undang yang mewajibkan perempuan menjalani dinas militer dengan ketentuan yang sama seperti laki-laki telah berlaku di Denmark sejak Juli 2025.
Sementara itu, surat kabar BT melaporkan Putri Isabella yang berusia 19 tahun mulai menjalani pendidikan militer pada Senin dengan bergabung dalam Resimen Pengawal Husar Denmark. Menurut Reuters, perpanjangan masa dinas wajib militer di Denmark juga berkaitan dengan situasi di Ukraina dan dugaan ancaman yang berasal dari tindakan Rusia.
Selama beberapa tahun terakhir, Moskow berulang kali menyatakan keprihatinan atas meningkatnya aktivitas NATO di dekat perbatasan barat Rusia. Pemerintah Rusia menegaskan negaranya tidak mengancam pihak mana pun, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang dinilai membahayakan kepentingan nasionalnya. (Ant/P-3)


















































