Donald Trump Klaim Capai Kesepakatan Bersejarah Perlucutan Senjata Hamas di Gaza

4 hours ago 1
Donald Trump Klaim Capai Kesepakatan Bersejarah Perlucutan Senjata Hamas di Gaza Presiden Donald Trump mengumumkan klaim kesepakatan perlucutan senjata Hamas di Gaza. Pihak Hamas belum memberikan konfirmasi resmi.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan apa yang ia sebut sebagai kesepakatan bersejarah untuk mengamankan perlucutan senjata Hamas serta seluruh kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza. Namun, hingga Kamis malam waktu setempat, pihak Hamas belum memberikan konfirmasi atau memverifikasi klaim kesepakatan tersebut.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial pribadinya, Truth Social.

“Hari ini, Board of Peace telah mencapai kesepakatan BERSEJARAH untuk PERLUCUTAN SENJATA SEPENUHNYA atas Hamas dan semua kelompok bersenjata lainnya di Gaza,” tulis Trump dalam unggahannya. “Ini adalah langkah monumental menuju PERDAMAIAN dan KEAMANAN yang abadi.”

Perlucutan senjata Hamas merupakan poin krusial dalam pelaksanaan rencana perdamaian bertahap yang digagas Trump untuk mengakhiri perang di Gaza, sekaligus memfasilitasi pembentukan pemerintahan teknokratis di wilayah tersebut. Meskipun para mediator telah berupaya bernegosiasi dengan Hamas selama berbulan-bulan untuk menerapkan rencana ini, muncul keraguan dari berbagai pihak di kawasan tersebut mengenai kesiapan Hamas dalam memenuhi poin-poin kesepakatan.

Sebelumnya pada bulan ini, Hamas mengumumkan niatnya untuk membubarkan pemerintahannya di Gaza. Langkah tersebut dinilai para ahli sebagai upaya menekan Israel di tengah tersendatnya kemajuan rencana gencatan senjata yang diprakarsai AS. Namun, pernyataan resmi Hamas saat itu sama sekali tidak menyebutkan soal perlucutan senjata.

Dalam pengumumannya, Trump menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut akan menjadi jalan bagi Gaza untuk dipimpin oleh "pemerintahan baru Palestina" yang akan bekerja berdampingan dengan Board of Peace buatannya. Ia menambahkan, skema ini dibuat untuk memastikan bahwa "Israel akan memiliki keamanan yang layak didapatkannya, dengan Gaza yang tidak lagi digunakan sebagai pangkalan serangan teror."

White House

Trump mengklaim bahwa implementasi kesepakatan ini akan dilakukan secara bertahap. Seiring dengan dilakukannya perlucutan senjata terhadap kelompok-kelompok bersenjata, pasukan militer Israel akan ditarik mundur. Selanjutnya, International Stabilization Force (Pasukan Stabilisasi Internasional) yang bekerja sama dengan kepolisian baru Palestina akan mengambil alih tanggung jawab keamanan di Gaza.

Ia menyampaikan apresiasi kepada tim administrasinya serta para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki yang telah membantu memfasilitasi negosiasi tersebut.

“Ancaman yang muncul dari Gaza pada 7 Oktober TIDAK akan dibiarkan terbangun kembali!” tulis Trump. “Di bawah kesepakatan ini, Gaza akhirnya akan berada di tangan pemerintahan baru Palestina yang melayani RAKYATNYA.”

“SELAMAT KEPADA SEMUA ORANG ATAS PERKEMBANGAN LUAR BIASA INI, YANG SEBELUMNYA DIKATAKAN SEMUA ORANG TIDAK AKAN PERNAH BISA DICAPAI!” tutup Trump.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Hamas maupun Kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan konfirmasi resmi mengenai klaim yang disampaikan oleh Trump. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |