Pelabuhan Mesir Dihantam Server Drone, Menlu Iran Buka Suara dan Imbau Kewaspadaan

6 hours ago 1
Pelabuhan Mesir Dihantam Server Drone, Menlu Iran Buka Suara dan Imbau Kewaspadaan Insiden serangan drone menghantam pelabuhan Damietta di Mesir. Menlu Iran sebut Mesir mitra penting, sementara pengamat nilai insiden sebagai sinyal konflik.(Media Sosial)

MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut Mesir sebagai "teman dan mitra penting" pada Kamis, setelah sebuah pelabuhan di negara tersebut dihantam serangan drone pada Rabu. Insiden ini terjadi di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kian meluas serta menyeret lebih banyak negara.

Otoritas Mesir menyatakan bahwa kebakaran yang melanda dua kapal di Pelabuhan Damietta pada Rabu disebabkan oleh drone. Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim tanggung jawab secara langsung atas insiden tersebut, dan tidak ada korban luka mau  pun meninggal dunia yang dilaporkan.

Jika dikonfirmasi sebagai serangan sengaja, peristiwa ini menandai pertama kalinya Mesir terseret secara langsung ke dalam konflik regional yang kian memanas.

Menanggapi kejadian tersebut, Araghchi menyampaikan pernyataannya melalui media sosial X tanpa menyebutkan secara langsung insiden ledakan pada Rabu.

"Mesir adalah teman dan mitra penting di kawasan ini, dan keamanannya adalah hal yang sangat penting bagi kami," tulis Araghchi.

Ia juga mengimbau agar semua pihak tetap waspada terhadap apa yang ia sebut sebagai "operasi bendera palsu (false-flag operations) yang dirancang untuk merusak perdamaian regional."

Analisis Pakar dan Kronologi Serangan

Serangan drone tersebut terjadi saat proses bongkar muat kargo berlangsung di sebuah terminal gas alam cair (LNG). Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, mengindikasikan bahwa fasilitas penyimpanan LNG terapung berbendera Kepulauan Marshall milik AS menjadi sasaran. Beberapa sumber industri mengidentifikasi kapal tersebut sebagai Energos Winter dan menyebut dugaan serangan drone menyebabkan kebakaran yang merambat ke kapal kedua.

H.A. Hellyer, senior associate fellow di Royal United Services Institute (RUSI), menilai serangan drone di pelabuhan Mesir ini dapat menjadi peringatan dari Iran bahwa konfliknya dengan AS bisa meluas jauh melebihi arena perang saat ini. Hellyer menduga serangan tersebut mungkin berasal dari salah satu milisi proksi Tehran, bukan dari Iran secara langsung.

"Ini akan mewakili upaya pihak Iran untuk mengirimkan pesan bahwa 'kami memang memiliki kemampuan untuk menjangkau jauh melampaui batas wilayah kami'," ujar Hellyer. Ia menambahkan bahwa Tehran kemungkinan ingin menunjukkan kemampuannya menggunakan sekutu lain dalam "poros perlawanan" untuk memperluas konflik.

Insiden ini menjadi momen pertama Kairo terseret langsung ke dalam konflik regional, meskipun Mesir sempat menjadi salah satu saluran diplomatik dalam upaya mediasi sebelumnya. Selama perang berlangsung, Mesir mengecam serangan Iran ke negara-negara Teluk, sekaligus mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan perang.

Meski demikian, Hellyer menilai Mesir kecil kemungkinan akan melakukan aksi balasan karena Kairo sangat konservatif dalam melakukan tindakan ofensif.

Hubungan diplomatik Iran dan Mesir sendiri sempat terputus pasca-Revolusi Iran 1979. Namun, komunikasi antara menteri luar negeri kedua negara kembali intensif selama perang AS-Israel melawan Iran berlangsung. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |