FBI Gagalkan Rencana Pengeboman Gedung Kapitol New York oleh Pendukung ISIS

4 hours ago 1
FBI Gagalkan Rencana Pengeboman Gedung Kapitol New York oleh Pendukung ISIS FBI menangkap Jessica Bowie, perempuan yang diduga merencanakan pengeboman Gedung Kapitol New York di Albany dan berikrar setia kepada ISIS.(FBI/DOJ)

BIRO Investigasi Federal AS (FBI) menangkap seorang perempuan asal New York yang diduga merencanakan pengeboman Gedung Kapitol Negara Bagian New York di Albany. Pengeboman tersebut ditujukan untuk menghancurkan bangunan dan membunuh para pembuat undang-undang.

Perempuan bernama Jessica Bowie, 35, tersebut didakwa atas tuduhan memberikan dukungan material atau sumber daya kepada organisasi teroris asing. Jaksa penuntut mengungkapkan Bowie sebelumnya telah berikrar setia kepada kelompok teror ISIS.

Bowie ditangkap pada Rabu setelah secara berulang kali melakukan pengintaian di area gedung target. Saat ditangkap, ia membawa bom tiruan dan senjata api rusak yang telah disiapkan agen penyamar FBI.

"Saya ingin menghancurkan gedung sebanyak mungkin dan membunuh para senator," ujar Bowie kepada agen undercover, sebagaimana tertuang dalam berkas dakwaan.

Bowie mendiskusikan rencananya dengan informan FBI dan menghabiskan waktu beberapa minggu bersama agen yang menyamar sebagai anggota ISIS. Ia memilih Gedung Kapitol di Albany karena dinilai sebagai target yang lebih mudah dibandingkan Gedung Putih. Jaksa menyebut Bowie telah mengunjungi gedung tersebut sedikitnya lima kali untuk misi pengintaian.

Sebagai bagian dari rencananya, Bowie berniat menyembunyikan bom di dalam tas pengantar makanan DoorDash. Dokumen dakwaan turut melampirkan foto tas yang ia bawa kepada para agen penyamar.

Agen FBI juga sempat memberikan uang senilai US$200 (sekitar Rp3,1 juta) kepada Bowie untuk membeli bahan pembuat bom di toko perkakas lokal. Setelah keluar dari toko Home Depot, ia terekam mengutarakan harapannya terkait paku yang ia beli.

"Saya berharap pakunya cukup besar... karena paku itu berfungsi sebagai serpihan ledakan (shrapnel), bukan?" katanya.

Saat ditangkap, Bowie juga membawa beberapa pisau serta dokumen tertulis berisi ikrar setia kepada ISIS.

Menurut dokumen yang diajukan FBI, Bowie merupakan pengguna aktif media sosial yang sering menyebarkan pesan anti-Amerika dan memuji serangan teror 11 September 2001 oleh al-Qaeda. Dalam pemeriksaan, ia mengaku telah berpindah agama ke Islam sekitar lima tahun lalu.

Gubernur New York Kathy Hochul menyampaikan apresiasinya atas tindakan cepat aparat hukum. "Saya berterima kasih kepada FBI karena memimpin penyelidikan ini dan kepada Kepolisian Negara Bagian New York atas kerja mereka menangkap individu berbahaya ini," tulis Hochul melalui unggahan di X. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |