(MI)
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melaporkan insiden interaksi negatif antara Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) dengan seorang pekerja alat berat di Kabupaten Siak, Riau. Peristiwa tersebut menimpa Hari Harianto, 31, di kawasan Sungai Belat, Kampung Teluk Lanus, pada Selasa (21/7).
Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Hermanto Siallagan, mengungkapkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekan kerjanya tengah beristirahat di camp pekerja setelah menyelesaikan aktivitas kerja harian.
Kejadian bermula ketika korban keluar dari camp menuju tepian kanal yang tidak jauh dari lokasi untuk buang air besar. Namun, situasi berubah mencekam hanya berselang beberapa menit kemudian.
"Sekitar 10 menit setelah korban meninggalkan camp, teman korban mendengar suara korban berteriak meminta pertolongan," ujar Hermanto, Rabu (22/7).
Mendengar teriakan tersebut, kedua rekan korban segera keluar dari camp untuk mencari sumber suara. Dalam upaya penyelamatan, salah seorang rekan korban berinisiatif menaiki alat berat yang terparkir di sekitar lokasi.
"Teman korban menghidupkan mesin serta seluruh lampu penerangan. Sorotan lampu diarahkan ke lokasi yang diduga menjadi sumber teriakan korban," jelas Hermanto.
Langkah cepat tersebut membuahkan hasil. Sorotan lampu terang dari alat berat diduga mengganggu konsentrasi satwa dilindungi tersebut. Harimau sumatra itu akhirnya melepaskan korban dan bergerak meninggalkan lokasi kejadian masuk ke dalam hutan.
Setelah situasi dipastikan aman, rekan-rekan korban segera melakukan evakuasi. Hari Harianto langsung dilarikan ke Puskesmas Pembantu Teluk Lanus untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Siak guna penanganan medis lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan ini, BBKSDA Riau telah menerjunkan tim untuk berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sungai Apit dan aparat penegak hukum setempat. Tim akan melakukan pengecekan serta pemantauan intensif di lokasi kejadian.
"BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas seorang diri di area yang berpotensi menjadi lintasan satwa liar, terutama pada sore hingga malam hari," pungkas Hermanto. Masyarakat juga diminta segera melapor ke petugas jika menemukan indikasi keberadaan satwa liar di sekitar pemukiman atau area kerja. (I-2)

















































