Kebakaran hutan dan lahan.(MI/Sugeng Sumariyadi)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan dampak kekeringan terus terjadi.
Yang terbaru, kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih terus meluas di Kota Banjar dan Kabupaten Karawang. Satu kasus lain ialah kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Garut.
Di Kota Banjar, sudah ada 10 desa yang tersebar di 4 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. BPBD Kota Banjar sudah mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi yang membutuhkan.
Di Karawang, sebanyak 2.585 keluarga yang terdiri atas 7.704 jiwa mengalami krisis air bersih. Mereka merupakan warga di enam desa pada tiga kecamatan.
Sampai saat ini, BPBD Karwang telah mendistribusikan bantuan air bersih mencapai 152.000 liter.
Keenam desa yang terdampak ialah Desa Mulangsari di Kecamatan Pangkalan, Desa Kutalanggeng dan Desa Cintalanggeng di Kecamatan Tegalwaru, serta Desa Mulyasejati, Desa Kutanegara, dan Desa Parungmulya di Kecamatan Ciampel.
Sementara karhutla terjadi di kawasan kaki Gunung Putri, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Api membakar semak belukar, ilalang, rumpun bambu, hingga sebagian lahan jagung milik warga.
Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual, Zet Shooter, dan satu kendaraan water supply. Api bisa dikendalikan dan tanpa jatuh korban.
Juru bicara BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengimbau masyarakat menghemat pemakaian air. Selain itu, warga diminta tidak sembarangan melakukan pembakaran sampah atau membuang puntung rokok yang masih menyala. (SG/E-4)

















































