Isu Warung Ditutup imbas Kopdes Merah Putih, Zulhas: Itu Hoaks

2 weeks ago 4
 Itu Hoaks Menko Pangan Zulkifli Hasan(MI/Lina Herlina)

MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal saat ini dijabat oleh Yandri Susanto secara tegas membantah isu yang beredar di media sosial tentang penutupan warung kelontong akibat hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Keduanya menyebut narasi tersebut sebagai hoaks dan menegaskan bahwa KDKMP justru dirancang untuk membantu UMKM dan warung rakyat.

Di tengah gencarnya sosialisasi program KDKMP, beredar informasi tidak benar di media sosial yang menyebutkan bahwa pemerintah akan menutup warung-warung kelontong di desa. 

Bahkan disebut-sebut ada aturan radius dua kilometer larangan bagi warung kelontong beroperasi di dekat KDKMP.

Hal itu disampaikan keduanya dalam Seminar Nasional yang mengusung tema "Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat", di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (4/8).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari DPP APDESI Merah Putih, DPP APDESI, DPP KAKSI, DPN PPDI, PP PPDI, DPP PABPDSI, DPP ABPEDNAS, KOMPAKDESI, dan DPP KEMA Desa Nuswantoro.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan angkat bicara. "Katanya nanti Zulhas menutup warung kelontong, tidak ada urusannya! Malah warung kelontong bisa menitipkan barang. Kalau mau promosi ke seluruh Indonesia juga boleh dilakukan, karena ini bukan warung, bukan supermarket," tegasnya.

Zulhas menyebut penyebaran hoaks tersebut sebagai tindakan jahat yang sengaja ingin membuat keresahan di masyarakat.

"Itu hoaks, berita bohong. Mereka membuat itu memakai AI. Ingin membuat orang ribut saja," ujarnya.

Menteri Desa Yandri Susanto juga meluruskan informasi yang beredar. "Narasi di media sosial banyak sekali. Saya dengan Pak Menko Pangan yang sekarang lagi dibelok-belokkan informasinya," katanya.

Yandri mengajak seluruh kepala desa, BPD, dan perangkat desa untuk meluruskan pemahaman ini.

"Mohon para kepala desa, BPD, perangkat desa, semuanya yang ada di ruangan ini maupun yang mengikuti melalui live streaming, kita luruskan pelajaran ini, bahwa apa yang disampaikan di media sosial itu adalah bohong dan tidak mendasar," tegasnya. (LN/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |