Jaga Kondusivitas Final Piala Presiden, Polisi Imbau Bobotoh tak Gelar Konvoi

1 week ago 5
Jaga Kondusivitas Final Piala Presiden, Polisi Imbau Bobotoh tak Gelar Konvoi Kapolres Cimahi, AKBP Moch. Faruk Rozi.(MI/Depi Gunawan)

PERSIB Bandung akan menghadapi Persebaya Surabaya pada laga final Piala Presiden 2026 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) malam.

Laga yang mempertemukan dua tim terbaik tersebut dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion. Meski begitu, para suporter tetap dapat menyaksikan pertandingan melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di sejumlah titik.

Menjelang pertandingan, kepolisian mengimbau para pendukung khususnya di wilayah Bandung dan Cimahi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) baik sebelum maupun sesudah pertandingan.

Kapolres Cimahi, AKBP Moch. Faruk Rozi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan di sejumlah lokasi nobar. Aparat akan melakukan pengamanan sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga situasi tetap kondusif.

"Kami siap melaksanakan pengamanan di lokasi-lokasi nobar. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas dan kamseltibcarlantas selama kegiatan nobar maupun setelahnya," kata Faruk Rozi.

Pihaknya pun mengeluarkan imbauan agar pendukung tetap bersikap tertib dan menerima hasil pertandingan. Tidak melakukan euforia berlebihan yang bisa mengganggu ketertiban, terlebih jika Persib berhasil menjadi juara.

"Apapun hasilnya, bobotoh kami imbau tidak melakukan konvoi pascapertandingan, pulang dengan tertib tanpa ugal-ugalan di jalan," jelasnya.

Sebelumnya, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan menyatakan, bahwa manajemen belum berencana menggelar konvoi apabila Maung Bandung berhasil menjuarai Piala Presiden 2026.

Menurutnya, fokus utama tim saat ini adalah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi resmi Liga 1 yang akan dimulai pada akhir Agustus, sehingga euforia berlebihan dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi pemain.

"Kalau konvoi itu kan kebanyakan organik. Kita juga tidak bisa melarang karena Bobotoh bergerak secara spontan. Tapi dari kacamata manajemen, musim ini sebenarnya belum dimulai," ujarnya.

Ia mengatakan, apabila Persib berhasil meraih gelar, perayaan sebaiknya dilakukan secara sederhana. Meski tidak bisa melarang Bobotoh merayakan kemenangan, pihaknya berharap seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama untuk menjaga fokus tim.

"Kalaupun nanti mau konvoi, insya Allah kita konvoi bareng lagi di akhir musim. Jangan sekarang. Biarkan pemain fokus dulu ke pertandingan yang sebenarnya. Kita punya pertandingan yang sangat penting tanggal 31 Agustus," kata Adhitia. (DG/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |