Ilustrasi(Dok BPBD Riau)
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda lahan gambut di dua kabupaten di Provinsi Riau terus meluas. Hingga Selasa (4/8), estimasi luas kebakaran di empat lokasi yang tersebar di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dilaporkan telah mencapai sekitar 46,5 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, merinci bahwa di wilayah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, luasan api diperkirakan mencapai 15 hektare. Operasi pemadaman di titik ini telah memasuki hari kelima oleh tim Manggala Agni Daops Rengat.
“Kemudian TKP Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Pelalawan. Operasi Manggala Agni Daops Rengat hari ke-1 dengan estimasi luasan 10 hektare,” ujar Ferdian, Selasa (4/8).
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu. Di Desa Paya Rambai, Kecamatan Siberida, lahan seluas 1,5 hektare terbakar dan sedang dalam penanganan hari pertama. Sementara itu, titik api terbesar berada di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, dengan estimasi luasan mencapai 20 hektare.
Kendala Lapangan dan Minimnya Sumber Air
Ferdian menjelaskan bahwa tim di lapangan menghadapi tantangan berat akibat terbatasnya ketersediaan air. Kondisi ini memaksa petugas untuk terus memindahkan pompa air karena sumber air yang ada sering kali habis atau "tekor" setiap 30 menit.
“Hampir semua lokasi saat ini semakin sulit air, bahan bakaran melimpah dan rentan, serta arah angin yang berubah-ubah. Untuk empat TKP tersebut, operasi pemadaman masih akan dilanjutkan,” jelasnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, satu unit alat berat telah diperbantukan guna membersihkan kanal dan membuat embung-embung sebagai cadangan air bagi petugas pemadam.
Penambahan Pasukan dan Modifikasi Cuaca
Melihat eskalasi kebakaran, pihak Dalkarhut Sumatra tengah merancang penambahan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO). Personel tambahan akan dikerahkan dari Manggala Agni wilayah Siak, Pekanbaru, hingga Jambi untuk memperkuat tim di lokasi kebakaran.
Selain pemadaman darat yang melibatkan berbagai satuan, upaya pemadaman udara melalui helikopter water bombing juga terus dilakukan. Pemerintah juga menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk memicu curah hujan di wilayah terdampak.
“OMC hari ini dilakukan dalam dua sortie terbang. Sortie pertama menyasar wilayah Indragiri Hilir, Siak, dan Pelalawan. Sedangkan sortie kedua difokuskan pada wilayah Bengkalis dan Dumai,” pungkas Ferdian.


















































