Ilustrasi(MI/Lilik Darmawan)
DAMPAK musim kemarau di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah semakin meluas. Hingga Senin (3/8), sebanyak 23.065 jiwa atau 7.661 kepala keluarga (KK) di 28 desa yang tersebar di 13 kecamatan mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap bersama berbagai mitra telah menyalurkan 948.000 liter air bersih atau setara 186 tangki ke wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo mengatakan, distribusi air bersih terus dilakukan seiring bertambahnya wilayah yang mengalami kekeringan selama musim kemarau.
"Hingga 3 Agustus 2026, bantuan air bersih yang telah kami distribusikan mencapai 948 ribu liter atau 186 tangki. Bantuan tersebut telah menjangkau 7.661 kepala keluarga atau 23.065 jiwa di 28 desa yang tersebar di 13 kecamatan," kata Taryo, Selasa (4/8).
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 90 tangki atau 450.000 liter bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap. Sementara 96 tangki atau 498.000 liter lainnya berasal dari dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan berbagai mitra.
Menurut Taryo, penanganan dampak kekeringan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Karena itu, BPBD terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong membantu penyaluran air bersih. Sinergi pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, TNI, dan berbagai elemen masyarakat sangat membantu percepatan penanganan kekeringan di Cilacap," ujarnya.
Sejumlah pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan antara lain PMI Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga melalui Siaga Peduli Kabupaten Cilacap, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, LazisMU, CSR DPR RI Mas Kaisar, Kodim 0703/Cilacap, serta NU Peduli Cilacap.
Taryo menegaskan BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan dan menyesuaikan distribusi bantuan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Selama musim kemarau masih berlangsung, kami akan terus melakukan asesmen dan pendistribusian air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Kami juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih agar segera melapor kepada Pusdalops PB BPBD sehingga dapat segera ditindaklanjuti," katanya.
BPBD Cilacap memperkirakan kebutuhan air bersih akan terus meningkat apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta lembaga kemanusiaan akan terus diperkuat untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terdampak tetap berjalan optimal. (LD/E-4)


















































