Ganda campuran Indonesia Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata(X @INABadminton)
LANGKAH ganda campuran Indonesia, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, harus terhenti di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Bertanding di New Delhi, India, Rabu (19/8/2026), wakil Merah-Putih ini menyerah di tangan unggulan ketiga asal Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje.
Meski kalah, Marwan/Aisyah mengaku memetik pelajaran berharga dari pasangan peringkat atas dunia tersebut. Sempat memberikan perlawanan sengit dan mengamankan gim pertama, Marwan/Aisyah akhirnya harus mengakui keunggulan lawan melalui pertarungan tiga gim.
| Turnamen | Kejuaraan Dunia BWF 2026 |
| Lokasi | New Delhi, India |
| Babak | 32 Besar |
| Lawan | Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark) |
| Skor Akhir | 21-19, 9-21, 10-21 |
Analisis Pertandingan
Di gim pertama, Marwan/Aisyah tampil menjanjikan dengan memanfaatkan kesulitan Christiansen/Boje dalam menemukan ritme permainan. Pasangan Indonesia secara cerdik menerapkan pola reli panjang dan memaksa lawan untuk terus mengangkat bola, yang berujung pada kemenangan 21-19.
Namun, situasi berbalik drastis pada gim kedua dan ketiga. Pasangan Denmark mulai meningkatkan intensitas tekanan, terutama melalui servis dan pengembalian servis yang menjadi senjata utama mereka.
"Mereka mengubah permainan dari servis dan pengembalian servis, yang memang menjadi salah satu kekuatan mereka. Kami terus tertekan dan kesulitan keluar dari pola tersebut," ungkap Marwan dalam keterangan resmi PBSI.
Evaluasi dan Harapan
Aisyah Salsabila menambahkan bahwa kemampuan lawan dalam merespons perubahan strategi di lapangan menjadi poin penting yang harus mereka pelajari.
"Kami harus belajar dari mereka tentang bagaimana mengubah pola ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana dan bagaimana merespons perubahan lawan," tuturnya.
Walaupun gagal melaju ke babak selanjutnya, Marwan menilai performa mereka di New Delhi menunjukkan tren positif. Ia merasa permainan mereka jauh lebih berkembang dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya, terutama setelah melewati masa sulit dalam enam bulan terakhir.
"Kami tetap bersyukur dengan penampilan selama Kejuaraan Dunia. Permainan kami terasa lebih baik dibandingkan sebelumnya dan itu menjadi modal untuk terus berkembang," pungkas Marwan. (Ant/Z-1)


















































