Ilustrasi.(Magnific)
KEPUTUSAN Washington untuk bergabung dengan Jepang dalam mendukung mata uang yen yang terpuruk memicu pertanyaan mengenai motivasi di balik intervensi terkoordinasi yang langka tersebut. Para analis menunjuk pada kekhawatiran atas pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) dan sistem keuangan Jepang sebagai pendorong utama.
Tokyo semakin waspada terhadap penurunan yen, yang baru-baru ini merosot ke level terlemahnya terhadap dolar dalam hampir empat dekade. Yen sempat tertahan di posisi terendah multidekade, merosot ke 163,73 per dolar pada Kamis lalu sebelum kembali menguat ke 157,57 pada Jumat (31/7).
Intervensi terkoordinasi ini merupakan operasi gabungan AS-Jepang pertama untuk membeli yen sejak 1998 dan intervensi terkoordinasi pertama yang melibatkan kedua negara sejak G7 bertindak untuk melemahkan yen setelah gempa bumi tahun 2011.
Elemen Perlindungan Diri Washington
Para veteran industri mengungkapkan bahwa salah satu kekhawatiran terbesar Washington ialah menghindari skenario Jepang perlu menjual obligasi AS (Treasurys) dalam jumlah besar untuk mendanai intervensi sepihak. Jepang saat ini merupakan pemegang asing terbesar atas utang pemerintah AS.
Louise Loo, Kepala Ekonomi Asia di Oxford Economics, menyatakan bahwa hal tersebut kemungkinan menjadi alasan kunci partisipasi AS. "Ada elemen perlindungan diri di sini. Pasar yang volatil yang didorong oleh kebijakan fiskal agresif dari Jepang dapat merembet ke pasar Treasury AS dan mendestabilisasi dolar," ujarnya.
Penekanan Tokyo dan Washington pada fasilitas FIMA repo Federal Reserve--yang memungkinkan bank sentral asing memperoleh likuiditas dolar tanpa menjual obligasi secara langsung--menjadi petunjuk kuat bahwa mereka ingin menghindari penjualan paksa aset-aset tersebut.
Stabilitas Pasar Obligasi Global
Kekhawatiran Washington kemungkinan melampaui sekadar nilai tukar yen. Yen yang terus melemah dapat memicu penjualan lebih lanjut pada obligasi pemerintah Jepang (JGB) dengan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi yang berpotensi merembet ke pasar obligasi global. Saat ini, baik Jepang maupun AS tengah berjuang menghadapi kenaikan biaya pinjaman jangka panjang.
Masahiko Loo, Strategis Makro Senior di State Street, menyebutkan bahwa penggunaan fasilitas FIMA repo mengirimkan sinyal bahwa Jepang dapat meningkatkan likuiditas dolar tanpa menekan pasar pendanaan AS melalui penjualan obligasi jangka pendek.
Fase Baru Hubungan AS-Jepang
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa partisipasi AS dalam intervensi pekan lalu ialah bentuk dukungan bagi Jepang dan demi kepentingan stabilitas ekonomi global. Selain melindungi pasar obligasi, langkah ini mencerminkan prioritas geopolitik Washington.
Jesper Koll, Direktur Ahli di Monex, menilai operasi ini mencerminkan pergeseran luas dalam hubungan AS-Jepang di bawah kepemimpinan Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. "Kerja sama AS-Jepang memasuki fase baru. Ini menunjukkan bahwa ketika Jepang meminta bantuan, Amerika akan menjawab," kata Koll. Ia juga menambahkan bahwa langkah ini mengirimkan pesan geopolitik yang kuat kepada Beijing.
Tantangan Struktural yang Tersisa
Meskipun intervensi terkoordinasi dianggap lebih efektif karena melibatkan Departemen Keuangan AS dan Federal Reserve, para analis memperingatkan bahwa tindakan ini mungkin tidak bertahan lama kecuali Jepang mengatasi kekuatan struktural yang mendorong pelemahan yen.
Robin Brooks, peneliti senior di Brookings Institution, mempertanyakan mekanisme operasi AS yang dilaporkan menjual euro, bukan dolar, untuk membeli yen. Ia menilai hal ini dapat membingungkan pasar dan berpotensi kontraproduktif. Brooks berpendapat bahwa intervensi tidak dapat membalikkan depresiasi selama imbal hasil obligasi Jepang masih dibatasi secara artifisial oleh pembelian besar-besaran dari Bank of Japan (BOJ).
Catatan Analis: Intervensi mungkin dapat membentuk arah pasar dalam beberapa bulan ke depan. Namun normalisasi kebijakan Bank of Japan dan arus lindung nilai (hedging) akan menjadi faktor penentu utama dalam jangka panjang. (CNBC/I-2)


















































