Samuel Zylgwyn Lihat Pegolf Muda Makin Banyak

4 hours ago 5
Samuel Zylgwyn Lihat Pegolf Muda Makin Banyak Golf House memperkenalkan identitas “Home of Every Golfer”.(Dok. MI)

AKTOR dan Model kenamaan tanah air, Samuel Zylgwyn, melihat perubahan besar dalam dunia golf Indonesia setelah sekitar 16 tahun menekuni olahraga tersebut. Salah satu perubahan yang paling terasa, menurutnya, adalah semakin banyaknya generasi muda yang mulai bermain golf.

Samuel mengaku pertama kali bermain golf pada 2010. Pada periode awal dirinya mengenal olahraga tersebut, jumlah pegolf yang berusia relatif muda masih sangat terbatas.

“Kalau zaman saya di 2010-2011, yang sepantaran saya pada saat itu main golf masih bisa dihitung dengan jari. Sekarang banyak banget generasi-generasi di bawah saya yang main,” kata Samuel saat ditemui di Golf House di Lotte Mall, Jakarta, Rabu (12/8).

Menurut Samuel, perubahan itu turut didukung oleh semakin banyaknya pilihan tempat dan cara untuk bermain golf. Pegolf kini tidak hanya bergantung pada lapangan golf, tetapi juga bisa berlatih melalui driving range hingga simulator.

Bagi dia, kemudahan tersebut membuat golf semakin mudah dijangkau oleh generasi baru. Ia sendiri kerap memanfaatkan driving range untuk berlatih setelah beraktivitas.

Samuel telah bermain golf selama kurang lebih 16 tahun. Ketertarikannya terhadap olahraga tersebut berawal dari kegemarannya beraktivitas pada pagi hari.

Ia menikmati pengalaman berjalan kaki di lapangan sambil bermain golf dan menikmati suasana pagi. Namun, seiring waktu, golf juga memberinya kesempatan untuk bertemu dan membangun hubungan dengan orang dari berbagai kalangan.

Menurutnya, interaksi selama bermain golf bahkan dapat membuka kesempatan membangun hubungan profesional.

“Terus akhirnya punya relasi, teman-teman dari berbagai kalangan. Kita juga bisa tahu karakter orang dari tempat golf. Kadang ada beberapa yang akhirnya mulai bisnis bareng sama teman-teman,” ujarnya.

Tren pegolf makin muda

Pengamatan Samuel mengenai semakin mudanya profil pemain golf juga sejalan dengan pandangan manajemen Golf House.

Senior General Manager Brand Marketing & Consumer Engagement, SEA, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAA), Martina Harianda Mutis, mengatakan, pasar golf Indonesia telah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Golf dinilai semakin inklusif dan tidak lagi identik hanya dengan kelompok usia tertentu.

Menurutnya, pemain golf kini tidak hanya datang dari generasi yang lebih tua. Generasi muda, mulai dari milenial, Gen Z, bahkan Gen Alpha, mulai mengenal olahraga tersebut.

Fenomena golf yang diwariskan antargenerasi juga semakin terlihat. Orang tua yang bermain golf mulai mengenalkan olahraga itu kepada anak-anak mereka.

“Golf itu sekarang lebih inclusive. It’s getting younger and younger,” ujar Martina.

Perubahan tidak hanya terjadi dari sisi usia. Jumlah perempuan yang bermain golf juga dinilai semakin bertambah.

Jika sebelumnya golf lebih banyak diasosiasikan sebagai olahraga yang didominasi laki-laki, kini profil pemainnya menjadi lebih beragam.

It’s not just my dad’s sport. Mom can play golf too,” ujarnya.

Muncul Fenomena Social Golfer

Cara masyarakat menikmati golf juga dinilai ikut berubah. Pengalaman bermain tidak lagi selalu berpusat pada lapangan golf. Kehadiran driving range dan simulator membuat orang bisa mengenal golf melalui aktivitas yang lebih santai dan sosial.

Dari perubahan tersebut muncul pula kelompok yang disebut sebagai social golfer, yakni pemain baru yang menikmati golf sekaligus sebagai bagian dari aktivitas bersama teman dan gaya hidup.

Aktivitas golf juga semakin sering dibagikan melalui media sosial, sehingga olahraga tersebut dinilai menjadi lebih fun, fluid, dan mudah didekati oleh orang yang baru ingin mencoba.

Perubahan profil golfer itu menjadi salah satu latar belakang Golf House memperkenalkan identitas “Home of Every Golfer” setelah 36 tahun beroperasi di Indonesia.

Menurut Assistant Vice President Merchandising Golf House Indonesia, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAA), Ashok Kumar, identitas tersebut berasal dari pengalaman dan masukan konsumen yang merasa mendapatkan pendampingan sejak pertama kali mengenal golf hingga berkembang sebagai pemain.

Golf House ingin memosisikan diri sebagai tempat yang dapat melayani kebutuhan berbagai tipe pegolf, mulai dari pemula hingga pemain berpengalaman.

Perusahaan juga melihat perubahan pasar sebagai momentum untuk terus beradaptasi setelah lebih dari tiga dekade berada di industri golf Indonesia. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |