CANTIKA.COM, Jakarta - Bagi kamu para pejuang komuter alias anak kereta (anker) siap-siap menghadapi perubahan rute harian yang bakal bikin perjalanan kamu jauh lebih nyaman! PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengumumkan rencana megaproyek integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City.
Langkah besar ini diambil untuk meningkatkan aspek keselamatan sekaligus kenyamanan alur penumpang KRL Jabodetabek yang jumlahnya terus membeludak.
"Integrasi Karet dan BNI City kami siapkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan lebih nyaman," ungkap Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, pada Selasa, 14 Juli 2026.
KAI menargetkan proyek integrasi fasilitas ini sudah bisa mulai beroperasi penuh pada 28 September 2026 mendatang.
Bakal seperti apa sih perubahannya nanti? Yuk, simak poin-poin pentingnya biar rutinitas kamu makin nyaman, aman, dan sat set.
Bye Panas! Pindah Stasiun Bakal Lewat Travelator Ber-AC
Salah satu pembenahan paling signifikan yang wajib kamu tahu adalah perubahan fungsi area. Ke depannya, alur masuk dan keluar penumpang (gate-in dan gate-out) tidak lagi dipisah, melainkan akan dipusatkan sepenuhnya di Stasiun BNI City.
Lalu, bagaimana dengan nasib Stasiun Karet? Tenang, area Stasiun Karet tidak akan ditutup total, melainkan dialihkan fungsinya menjadi concourse alias ruang penghubung utama menuju Stasiun BNI City.
Menariknya, biar kamu enggak kelelahan dan kepanasan saat berpindah stasiun, PT KAI tengah menyiapkan fasilitas jembatan penghubung yang dilengkapi travelator berpendingin udara (AC). Fasilitas ini didesain terlindung dari cuaca, sehingga kamu bisa transit dengan estetik tanpa takut keringatan atau kehujanan.
Menata Ulang Kemacetan Ojek Online dan Pedagang Sekitar
Bobby menjelaskan bahwa rencana penggabungan alur ini digodok dengan prinsip kehati-hatian yang ekstra tinggi. Pihak manajemen sadar betul kalau Stasiun Karet sudah menjadi episentrum aktivitas harian bagi jutaan orang,, mulai dari pejalan kaki, pengemudi ojek daring, hingga para pelaku usaha lokal.
Oleh karena itu, penataan akses luar stasiun akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mendengar masukan dari masyarakat. Koordinasi erat dengan pemerintah daerah juga diperkuat demi merapikan titik jemput ojol (pick-up zone) agar tidak lagi memicu kemacetan parah di kawasan sekitar Karet.
Melayani Hampir 10 Juta Penumpang di Awal Tahun
Langkah integrasi ini dirasa sangat mendesak jika melihat data pergerakan penumpang yang luar biasa padat. Sepanjang Semester I tahun 2026 saja, Stasiun Karet sudah mencatatkan rekor 7.257.442 aktivitas penumpang. Sementara Stasiun BNI City (Sudirman Baru) mencatat 2.688.254 aktivitas.
Jika ditotal, kedua stasiun yang letaknya sangat berdekatan ini melayani 9.945.696 aktivitas naik-turun penumpang hanya dalam kurun waktu enam bulan saja!
Selain demi mempermudah pengguna KRL reguler, integrasi ini juga disiapkan sebagai support system bagi pengguna Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta yang tren penumpangnya naik tajam sebesar 12,71 persen dibanding tahun lalu.
Menjelang tanggal peresmian di akhir September nanti, PT KAI berjanji akan menyediakan masa transisi dengan petunjuk arah (signage) yang jelas dan menyiagakan petugas ekstra di lapangan agar kamu tidak salah arah.
Pilihan Editor: Catat, KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual Selama 20 Tahun
ADITYA BUDIMAN
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















