SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan pembekalan selama tiga jam untuk para taruna Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah. Teddy hadir di Akmil pada Senin, 13 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sekretariat Kabinet menyampaikan, Teddy diundang oleh Akmil untuk memberikan pembekalan kepada lebih dari 1.600 taruna tingkat I, II, dan III. "Selama kurang lebih tiga jam, Seskab Teddy menyampaikan pentingnya membangun kepemimpinan yang berintegritas, menjunjung tinggi semangat kebersamaan, serta menguatkan komitmen untuk mengabdi kepada bangsa dan negara," seperti tertulis dalam keterangan Sekretariat Kabinet.
Dalam kesempatan tersebut, Teddy hadir bersama delapan pembicara lainnya yang turut berbagi pengalaman dan wawasan kepada para taruna. Mereka berbicara soal pengembangan kapasitas diri, menjaga disiplin, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan kepada para taruna.
Sebelum menjadi sekretaris kabinet, Teddy adalah alumni Akmil tahun 2011. Setelah lulus, ia sempat menjadi Komandan Peleton di Kopassus sebelum ditunjuk menjadi Ajudan Kepala Staf Umum TNI dan beberapa jabatan militer lain. Teddy menghabiskan sebagian besar masa dinasnya selama 14 tahun sebagai ajudan.
Teddy juga pernah menjadi Asisten Ajudan Presiden Joko Widodo dan ajudan Prabowo Subianto saat menjabat menteri pertahanan. Kini, setelah Prabowo menjabat presiden, Teddy diangkat menjadi sekretaris kabinet.
Prabowo ketika itu menandatangani Peraturan Presiden Nomor 148 Tahun 2024 tentang Kementerian Sekretariat Negara yang mengubah posisi sekretaris kabinet jadi di bawah Sekretaris Militer Presiden atau setara eselon II. Dengan perubahan aturan ini, Teddy yang masih berstatus tentara aktif bisa menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.
Setelah menjadi Sekretaris Kabinet, pangkat Teddy naik dari mayor menjadi letnan kolonel pada Februari 2025. Ia hanya butuh waktu 20 bulan untuk mendapatkan promosi tersebut atau total selama 14 tahun sejak lulus dari Akmil.
Majalah Tempo edisi 24 Mei 2026 melaporkan, kenaikan pangkat Teddy itu menjadi gunjingan di antara kalangan purnawirawan dan jenderal aktif TNI. Sebab, promosi dinilai tak sesuai dengan Peraturan Panglima TNI Nomor 87 Tahun 2022 tentang Kepangkatan Prajurit TNI.
Dalam regulasi itu, soerang perwira harus berdinas paling rendah selama 18 tahun, sementara Teddy sudah menyandang lambang melati dua di pundak ketika masa dinasnya baru 14 tahun. Panglima TNI belakangan mengubah regulasi lewat penerbitan Peraturan Panglima TNI Nomor 15 Tahun 2025 tentang kepangkatan pada Maret 2025, sebulan setelah Teddy menjadi letnan kolonel. Dalam aturan baru, seorang perwira bisa promosi dari mayor ke letnan kolonel asalkan sudah berdinas 14 tahun.
Francisca Christy Rosana berkontribusi dalam penulisan artikel ini
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















