Rumah produksi DL Entertainment meluncurkan trailer film Akal Imitasi pada Jumat, 10 Juli 2026. Trailer tersebut dirilis melalui akun media sosial resmi DL Entertainment dan Film Akal Imitasi. Hal ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian promosi menuju penayangan film di bioskop seluruh Indonesia tahun ini.
Fim ini disutradarai Zhaddam A. Nurdin, diproduseri Suherman Suhari dan Liani Kawati, dengan David Tjoe dan Liani Kawati sebagai Produser Eksekutif. Akal Imitasi hadir sebagai film drama pendidikan yang mengangkat isu yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, yakni fenomena penggunaan AI dalam dunia pendidikan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Executive Producer Liani Kawati mengatakan Akal Imitasi bukanlah film yang mengajak masyarakat takut terhadap perkembangan teknologi. Sebaliknya, film ini mengajak publik melihat bahwa AI adalah alat yang dapat membantu proses belajar, tetapi tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan yang dibangun melalui pendidikan.
"Kami ingin menghadirkan film yang relevan dengan kehidupan hari ini. AI adalah bagian dari masa depan dan tidak bisa dihindari. Tetapi di balik kemajuan teknologi, kami ingin mengingatkan bahwa pendidikan tetap membutuhkan sentuhan manusia, empati, dan sosok guru yang membimbing.," ujar Liani Kawati dalam siaran persnya yang diterima Tempo, Sabtu 11 Juli 2026.
Trailer ini berdurasi lebih dari dua menit, mengajak penonton masuk ke ruang-ruang kelas yang kini mulai berhadapan dengan perubahan besar. Teknologi mampu memberikan jawaban dalam hitungan detik. Namun, film ini mengajukan satu pertanyaan mendasar yang menjadi benang merah ceritanya: Apakah kita masih benar-benar belajar sebagai manusia?. Pertanyaan sederhana itu, Kata Liani, menjadi refleksi atas perubahan cara generasi muda memperoleh pengetahuan di era digital.
Tika Bravani dan T. Rifnu Wikana membintangi film ini, mereka tampil sebagai tokoh sentral dalam cerita. Tika Bravani memerankan Bu Guru Lilis, sosok pendidik yang menghadapi dilema ketika ruang kelas mulai berubah oleh perkembangan teknologi.
Dalam trailer yang telah dirilis, akting Tika, memperlihatkan pergulatan seorang guru yang berusaha mempertahankan nilai-nilai pendidikan di tengah perubahan zaman. Tika Bravani memerankan Bu Guru Lilis, sosok pendidik yang menghadapi dilema ketika ruang kelas mulai berubah oleh perkembangan teknologi.
Menurut Tika, karakter Bu Guru Lilis menjadi salah satu peran yang paling berkesan sepanjang perjalanan kariernya. "Bu Guru Lilis bukan hanya seorang guru. Ia adalah simbol dari begitu banyak pendidik di Indonesia yang setiap hari berjuang membentuk karakter anak-anak, bukan sekadar mengajarkan pelajaran. Film ini mengingatkan kita bahwa secanggih apa pun teknologi, anak-anak tetap membutuhkan guru yang menginspirasi dan mendampingi mereka," kata Tika.
Sementara itu, aktor T. Rifnu Wikana, yang dikenal luas lewat berbagai peran karakter di film-film nasional, menilai Akal Imitasi memiliki kekuatan karena mengangkat persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
"Yang membuat saya tertarik adalah ceritanya tidak hitam putih. Film ini tidak menghakimi teknologi, tetapi mengajak kita berdialog. AI memang membantu manusia, tetapi ada nilai-nilai yang tidak bisa diprogram, seperti empati, kebijaksanaan, dan hubungan antarmanusia," ujar Rifnu.
Rencananya, Akal Imitasi akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 2026 ini. Tim produser mengharapkan melalui film ini bisa membuka diskusi publik mengenai hubungan antara teknologi, pendidikan dan peran guru yang tetap tak tergantikan.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















