Daftar Karya Almarhum Nasirun: Evolusi Artistik dari Wayang hingga Instalasi

3 hours ago 1
 Evolusi Artistik dari Wayang hingga Instalasi Daftar Karya Almarhum Nasirun.(Dok. Invaluable)

NASIRUN, perupa kelahiran Cilacap tahun 1965, dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam seni rupa kontemporer Indonesia yang berbasis di Yogyakarta. Lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini memiliki praktik artistik yang luas, mulai dari lukisan, patung, hingga instalasi, dengan narasi yang berakar kuat pada mitologi Jawa, spiritualitas, dan satire sosial.

Evolusi Artistik Nasirun

PERJALANAN karya Nasirun dapat dipetakan dalam beberapa periode signifikan. Pada era 1990-an, ia banyak mengeksplorasi figur manusia, topeng, dan isu kemiskinan melalui gaya ekspresionistik. Karya seperti Gayuh Buli-Buli (1992) menjadi salah satu tonggak awal yang terdokumentasi secara kuratorial.

Memasuki periode 2000-an, Nasirun mulai mendominasi kanvas berukuran besar dengan tema wayang dan moralitas. Karya monumental seperti Sumantri Dadi Rojo dan Kabotan Sungu (2000) menunjukkan kepiawaiannya mengolah cerita lokal untuk membicarakan dinamika kekuasaan dan beban kehidupan modern.

Pada dekade 2010-an, spektrum karyanya meluas ke arah satire politik dan dunia seni. Judul-judul seperti Calon Presiden Seni Rupa Indonesia (2011), Begawan Google (2012), dan Sultan Seni Rupa (2014) mencerminkan respons kritisnya terhadap perubahan zaman. Ia juga mulai bereksperimen dengan medium non-konvensional, seperti instalasi wayang dalam botol (Between Worlds, 2013) dan penggunaan stempel antik.

Daftar Karya Terverifikasi

Berdasarkan data riset awal, berikut adalah daftar karya Nasirun yang telah teridentifikasi beserta medium dan ukurannya:

Tahun Judul Karya Medium & Ukuran
1992 Gayuh Buli-Buli Cat minyak di atas kanvas, 60 × 80 cm
2000 Sumantri Dadi Rojo Cat minyak di atas kanvas, 200 × 145 cm
2012 Begawan Google Cat minyak di atas kanvas, 950 × 250 cm
2018 Hutan Dilipat Instalasi tisu, kertas, video, ~7.500 cm
2025 Buroq Instalasi media campuran, 200 × 100 × 250 cm
2026 Selamat Pagi 2026 Dipamerkan dalam "Menyongsong Matahari 2026"

Periode Mutakhir dan Memorabilia

Dalam praktik terbarunya menuju tahun 2025-2026, Nasirun semakin intensif menggunakan benda temuan (found objects) dan memorabilia. Pameran Memorabilia (2025) memperlihatkan bagaimana ia merespons objek sehari-hari seperti blawong keris, stempel logam, hingga payung tua, yang dipadukan dengan lukisan figuratif-naratif khasnya.

Catatan Validasi: Daftar ini merupakan riset awal dan bukan merupakan catalogue raisonne. Terdapat variasi penulisan judul dan orientasi ukuran pada beberapa basis data seperti IndoArtNow. Verifikasi lebih lanjut melalui sertifikat autentikasi dan arsip studio tetap diperlukan untuk keperluan akademik dan valuasi. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |