Kegiatan food pairing, "Nongkrong Seru Bareng Coca-Cola"(MI/HO)
PENGALAMAN menikmati hidangan kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas makanan semata. Pemilihan minuman pendamping mulai menjadi perhatian serius karena dinilai mampu memperkaya cita rasa sekaligus menghadirkan sensasi berbeda saat bersantap. Fenomena ini mendorong semakin populernya konsep food pairing di berbagai restoran dan acara kuliner tanah air.
Pelaku industri kuliner sekaligus restaurateur, Gupta Sitorus dan Primo Rizky, menjelaskan bahwa food pairing adalah seni memadukan makanan dan minuman agar keduanya saling melengkapi. Menurut mereka, perpaduan yang tepat dapat menciptakan keseimbangan rasa yang membuat pengalaman bersantap menjadi lebih maksimal.
“Food pairing bukan sekadar memilih minuman untuk menemani makanan, tetapi bagaimana karakter keduanya saling melengkapi sehingga setiap suapan dan tegukan menghadirkan pengalaman rasa yang lebih utuh,” ujar Gupta dan Primo dalam sesi demonstrasi kuliner di Jakarta, Jumat (31/7).
Harmoni Rasa dalam Setiap Tegukan
Dalam acara bertajuk "Nongkrong Seru Bareng Coca-Cola" tersebut, keduanya menunjukkan bagaimana profil rasa minuman berkarbonasi dapat disesuaikan dengan jenis hidangan tertentu. Karbonasi dan tingkat keasaman dinilai efektif menyegarkan kembali langit-langit mulut (palate cleanser), terutama setelah menyantap makanan yang kaya lemak atau berbumbu kuat.
Berikut adalah panduan food pairing yang dipaparkan oleh Gupta dan Primo menggunakan portofolio minuman berkarbonasi:
| Coca-Cola | Karbonasi & keasaman ringan | Hidangan kaya rasa, berasap (smoky), dan gurih. |
| Fanta | Rasa buah yang kuat | Berbagai jenis camilan (snacks). |
| Sprite | Kesegaran lemon-lime | Hidangan laut, makanan bercita rasa ringan, dan makanan pedas. |
Konsep ini diaplikasikan langsung pada hidangan populer masyarakat Indonesia, mulai dari ayam goreng, burger, pizza, hingga kuliner Nusantara seperti mie celor.
Selain itu, dihadirkan pula inovasi mixology melalui kreasi "Pickled Cola", yakni perpaduan Coca-Cola dengan acar gherkin dan acar jalapeño yang menghasilkan kombinasi rasa manis, asam, gurih, dan pedas.
Merayakan 99 Tahun Kebersamaan
Acara ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan 99 tahun kehadiran Coca-Cola di Indonesia, menuju tonggak satu abad pada 2027. President Director PT Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, menekankan pentingnya budaya "nongkrong" sebagai ruang interaksi autentik di tengah era digital.
“Bagi banyak orang Indonesia, Coca-Cola bukan hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga karena kenangan yang tercipta di sekitarnya, mulai dari makan bersama keluarga hingga berkumpul dengan teman,” ungkap Eva.
Untuk menjaga kualitas rasa, diperkenalkan pula ritual penyajian khas:
- Menggunakan gelas Contour yang didinginkan hingga 3 derajat Celsius.
- Dipenuhi es batu padat untuk menjaga suhu.
- Dituangkan minuman dingin hingga menghasilkan gelembung karbonasi optimal.
- Disempurnakan dengan setengah irisan lemon segar untuk aroma dan kesegaran maksimal.
Melalui inisiatif ini, Coca-Cola berharap masyarakat dapat terus meluangkan waktu untuk membangun koneksi yang bermakna di sekitar meja makan sambil mengeksplorasi kombinasi cita rasa baru. (Z-1)

















































