Natural Cheese vs Processed Cheddar: Mana yang Paling Cocok untuk Kuliner Nusantara?

4 hours ago 1
 Mana yang Paling Cocok untuk Kuliner Nusantara? Chef Yongki dan Chef Juna.(Dok. Mashed)

KEJU kini bukan lagi dianggap sebagai makanan mewah di Indonesia, melainkan bahan pangan yang mudah dijumpai dalam berbagai hidangan mulai dari roti hingga masakan Nusantara. Namun, ternyata jenis keju yang paling banyak dikonsumsi masyarakat bukanlah natural cheese, melainkan processed cheddar cheese yang dinilai lebih sesuai dengan selera lokal.

Board of Director WINCheez, Nakim Hardja, menjelaskan bahwa keju yang beredar luas di Indonesia umumnya adalah processed cheddar cheese. Jenis ini merupakan hasil olahan kembali dari natural cheese agar karakteristiknya sesuai dengan preferensi konsumen di Tanah Air.

"Sebenarnya keju yang ada di Indonesia ini namanya kita sebut adalah Processed Cheddar Cheese. Itu terbuat dari Natural Cheese, kemudian diproses lagi sedemikian rupa sesuai tes lidah Indonesia," ujar Nakim dalam acara WINCheez Grand Baking Demo di Jakarta, Sabtu (1/8).

Menurut Nakim, alasan utama keju olahan ini lebih diminati adalah faktor rasa dan aroma. Berbeda dengan natural cheese yang memiliki aroma tajam dan rasa yang sangat kuat, processed cheddar cheese memiliki rasa yang lebih ringan dan mudah diterima oleh pencernaan orang Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Professional Chef Yongki Gunawan menilai keju kini sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, bahkan hingga ke pelosok daerah. Keju tidak lagi terbatas pada hidangan Barat, tetapi sudah merambah ke kuliner lokal seperti roti rendang hingga ayam betutu.

"Keju di Indonesia sudah bukan barang mewah lagi. Itu sudah menjadi makanan orang Indonesia, di kampung pun tahu keju. Tinggal kejunya dimasukin ke makanan, mungkin ke rendang atau ayam betutu Bali," kata Chef Yongki.

Selain faktor rasa, fleksibilitas penggunaan menjadi keunggulan utama. Produk seperti WINCheez menyediakan berbagai varian mulai dari keju parut, spreadable, hingga cheese sauce yang memudahkan pelaku UMKM dan pengusaha kuliner dalam berkreasi.

Chef Juna Rorimpandey menambahkan bahwa karakteristik keju yang tepat sangat memengaruhi hasil akhir masakan. Ia menyoroti keunggulan keju olahan berkualitas yang tidak mudah putus saat diparut dan tidak cepat gosong saat dipanggang, sehingga memberikan tekstur dan rasa gurih yang konsisten pada hidangan. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |