Dodge Gantikan Viper dengan Copperhead Bermesin V8

2 hours ago 1
Dodge Gantikan Viper dengan Copperhead Bermesin V8 Dodge Viper(Doc Medcom)

HARAPAN para penggemar mobil sport yang menantikan kembalinya Dodge Viper akhirnya pupus. CEO Dodge, Tim Kuniskis, menegaskan bahwa pabrikan asal Amerika Serikat tersebut tidak memiliki rencana untuk menghidupkan kembali nama legendaris Viper, meskipun Stellantis kini beralih fokus dengan kembali menghadirkan kendaraan berperforma tinggi.

Setelah melakukan perubahan strategi besar dengan mengurangi fokus pada kendaraan listrik, Stellantis mulai menghidupkan kembali sejumlah model bermesin besar. RAM telah menghadirkan kembali TRX serta memperluas jajaran RAM 1500 bermesin V8. Sementara itu, Dodge juga dikabarkan tengah menyiapkan mobil sport berperforma tinggi generasi baru.

Dalam wawancaranya dengan The Drive melalui program The Drivecast, Tim Kuniskis menegaskan bahwa Viper tidak akan kembali diproduksi.

"Meski menyakitkan bagi saya untuk mengatakannya, Viper memang sudah mencapai akhir dari siklus hidupnya," ujar Kuniskis.

Alasan Sebenarnya Viper Dihentikan

Selama ini banyak yang mengira Dodge Viper dihentikan karena aturan emisi yang semakin ketat, standar efisiensi bahan bakar, atau penjualan yang kurang memuaskan. Namun, Kuniskis mengungkapkan bahwa penyebab utamanya justru berkaitan dengan regulasi keselamatan.

Menurutnya, pemerintah Amerika Serikat menerapkan aturan baru mengenai ejection mitigation, yaitu sistem keselamatan yang dirancang untuk mengurangi risiko penumpang terlempar keluar saat terjadi kecelakaan.

Aturan tersebut mengharuskan pemasangan airbag tambahan di area tertentu. Namun, desain kabin Viper yang sangat rendah dan posisi duduk pengemudi membuat pemasangan airbag sesuai regulasi menjadi hampir mustahil.

"Ketika aturan baru mengenai ejection mitigation diberlakukan, kami harus menghentikan produksi mobil itu karena airbag harus dipasang tepat di samping kepala pengemudi. Dengan posisi duduk di Viper, hal itu tidak mungkin dilakukan," jelas Kuniskis.

Mobil Analog yang Sulit Bertahan di Era Modern

Kuniskis mengakui bahwa secara performa, Viper tidak memiliki kekurangan. Mobil tersebut dikenal dengan mesin V10 bertenaga besar, desain layaknya supercar, handling tajam, serta pengalaman berkendara yang masih sangat mengandalkan kemampuan pengemudi.

Namun, menurutnya karakter tersebut justru akan menjadi tantangan di era otomotif modern yang semakin dipenuhi teknologi canggih.

"Viper adalah mobil analog dengan transmisi manual yang mampu bersaing dengan mobil mana pun di dunia. Namun, jika dibuat saat ini, kemungkinan besar mobil itu harus menggunakan transmisi otomatis atau dual-clutch agar tetap kompetitif," katanya.

Dodge Siapkan Halo Car Baru

Meski Viper dipastikan tidak akan kembali, Dodge telah menyiapkan mobil performa baru yang akan menjadi andalan merek tersebut. Mobil yang disebut Copperhead itu digambarkan sebagai sebuah hyper muscle car.

Copperhead dikabarkan akan menggunakan platform yang sama dengan Dodge Charger terbaru, tetapi hadir dengan desain yang jauh lebih agresif. Mobil ini juga diperkirakan akan dibekali mesin V8 berperforma tinggi.

Apabila benar direalisasikan, Copperhead diproyeksikan menjadi halo car baru Dodge yang akan mewakili era baru mobil performa tinggi sekaligus meneruskan tradisi kendaraan bertenaga besar khas pabrikan asal Amerika tersebut. (Z-4)

Sumber: carsdirect

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |