Ketum PBNU Gus Yahya.(MI/Susanto)
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menepis isu adanya intervensi atau aksi 'cawe-cawe' dari pihak Istana atau Presiden Prabowo Subianto pada pelaksanaan Muktamar PBNU pada akhir Agustus mendatang. Gus Yahya menegaskan, klaim dari figur tertentu yang mengaku mengantongi restu presiden untuk maju sebagai calon ketua umum adalah sebuah kebohongan.
"Saya tidak melihat juga kepentingan Presiden atau Istana misalnya untuk mempengaruhi, untuk cawe-cawe terkait dengan NU ini buat apa. Enggak ada gunanya bagi pemerintah, enggak ada gunanya bagi presiden sendiri misalnya. Dan kalau ada yang mengklaim bahwa dia misalnya direstui, bahkan diperintah oleh presiden, pasti bohong," ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/7).
Gus Yahya tidak menampik adanya isu mengenai oknum yang mencoba menjual nama kepala negara demi mendongkrak elektabilitas dan dukungan di tingkat cabang menjelang Muktamar. Namun, ia meyakini Presiden Prabowo saat ini jauh lebih mementingkan kerja sama pembangunan yang objektif ketimbang mengintervensi urusan rumah tangga NU.
"Kemarin kita dengar-dengar sih ada yang... 'ini saya ini maju karena direstui oleh presiden' misalnya begitu. Itu pasti bohong. Karena enggak ada kepentingan pemerintah untuk cawe-cawe di dalam urusan NU. Karena itu tidak ada gunanya. Lebih baik pemerintah bekerja sama secara wajar dengan NU untuk kepentingan pembangunan negara, daripada ikut cawe-cawe urusan internal," tambahnya.
Lebih lanjut, Gus Yahya mengingatkan soal rekam jejak dan sejarah panjang NU. Ia mengatakan PBNU memiliki kedewasaan dan kemandirian institusi yang jauh lebih matang karena usianya bahkan lebih tua dari Indonesia.
"Nahdlatul Ulama ini umurnya lebih tua dari Indonesia. Nahdlatul Ulama itu lahir 1926, Indonesia ini proklamasi baru 1945. Kalau soal kematangan di dalam memproses kepentingan bersama, NU sebagai suatu entitas ini insya Allah sudah bisa kita andalkan. Bahwa ada pihak-pihak yang ingin campur tangan, ingin ini ingin itu, ya itu biasalah. Tetapi kita bisa melihat bukti bahwa NU senantiasa tetap di dalam kemandiriannya," urai Gus Yahya.
Lebih lanjut, Gus Yahya melayangkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang masih berniat memecah belah atau mengintervensi NU. "Saya rasa tradisi kematangan yang panjang ini akan dapat menjaga integritasnya. Kalau ada yang mau coba-coba ya silakan nanti merasakan akibatnya lah, kira-kira begitu saja," pungkasnya. (Faj/P-3)


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















