SEKRETARIS Perusahaan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), R A Koesoemohadiani angkat bicara soal ramai pemberitaan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan besar-besaran yang dilakukan oleh PT Tokopedia. Ia menyatakan pihaknya menghormati setiap langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi.
Koesoemohadiani memastikan dampak langkah itu terhadap aspek keuangan maupun nonkeuangan GoTo hanya akan terbatas. "Mengingat pada Januari 2024, kepemilikan perseroan terdilusi menjadi 24,99 persen, perseroan tidak lagi melakukan konsolidasi atas PT Tokopedia," ujar R A Koesoemohadiani sebagaimana keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada Sabtu, 4 Juli 2026, dikutip dari Antara.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Saat ini, GoTo mencatatkan investasinya di PT Tokopedia menggunakan metode ekuitas sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 228 mengenai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama. Dengan begitu, kemungkinan adanya dampak keuangan terhadap GoTo hanya akan terbatas pada akun bagian laba/rugi bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama.
"Namun demikian, sehubungan dengan hal yang telah dijabarkan di atas, khususnya terkait dengan berita mengenai rencana penyesuaian organisasi oleh PT Tokopedia, berdasarkan estimasi perseroan tidak terdapat dampak material terhadap bagian perseroan atas laba/rugi bersih PT Tokopedia," ujar R A Koesoemohadiani.
Tak hanya itu, ia juga memastikan tidak akan ada dampak apapun terhadap biaya layanan e-commerce yang diterima perseroan dari PT Tokopedia. "Terkait dengan aspek non-keuangan, perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material sehubungan dengan berita yang beredar tersebut."
Karena dampak terhadap GoTo akan terbatas, menurut dia, perseroan tidak berencana mengambil langkah-langkah khusus. "Sampai dengan tanggal surat ini, GoTo tidak memiliki rencana dalam waktu dekat terkait kepemilikannya di PT Tokopedia," katanya.
Sebelumnya, beredar kabar melalui media sosial bahwa TikTok melalui entitas usahanya di Indonesia yaitu PT Tokopedia melakukan PHK terhadap 90 persen karyawannya. Namun demikian, hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait yang memperkuat kepastian beredarnya kabar tersebut. Adapun Tokopedia kini dikendalikan oleh TikTok Pte Ltd setelah GoTo mendivestasi mayoritas sahamnya pada awal 2024.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)








:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)








