Kemenperin Pastikan PT Raw Botanical Nusantara Stop Produksi

4 hours ago 9

TEMPO.CO, Jakarta - KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) menyatakan seluruh aktivitas produksi PT Raw Botanical Nusantara, di Semarang, Jawa Tengah dihentikan sementara, setelah insiden ledakan dan kebakaran yang memakan korban jiwa. “Direktorat Jenderal Industri Agro telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri di Semarang untuk terus mengawal penanganan insiden ini," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Kementerian Perindustrian menerjunkan tim pengawasan dan pengendalian ke pabrik pengolahan bahan herbal yang mengalami kebakaran pada Rabu, 1 Juli lalu itu. Tim bertugas melakukan verifikasi lapangan, mengumpulkan informasi, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan manajemen perusahaan dalam proses investigasi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Putu, manajemen perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik Kepolisian Resor Kota Besar Semarang sedang melakukan olah tempat kejadian perkara dan pendalaman untuk mengetahui penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa indikasi unsur kelalaian.

Berdasarkan laporan kronologi awal, Kementerian Perindustrian menyatakan indikasi overheat pada mesin produksi bertekanan tinggi mulai terlihat di hari insiden terjadi, yakni pada pukul 09.30 WIB pada Rabu, 1 Juli 2026.

Overheat kemudian disusul ledakan tabung sterilisasi di ruang produksi bagian belakang sekitar pukul 09.45 hingga 09.56 WIB. Ledakan tersebut memicu kebakaran dan meruntuhkan sebagian struktur bangunan. Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB.

Peristiwa ini mengakibatkan seorang pekerja asal Mranggen, Demak tewas dan tujuh pekerja lain mengalami luka bakar ringan hingga sedang. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Adhyatma, MPH.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan insiden ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk memperketat implementasi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Standar K3, kata Agus, harus diterapkan terutama pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi. “Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih,” kata Agus.

Pilihan Editor:

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |