Pembangunan Mother Station CNG di Muara Enim Dikebut

4 hours ago 9

PEMERINTAH memastikan pembangunan fasilitas induk compressed natural gas alias mother station CNG di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dipercepat meski masih terdapat sejumlah kendala administrasi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan proyek yang masuk program strategis nasional atau PSN ini akan tetap berjalan pada tahun ini, dengan penyelesaian dokumen dilakukan secara paralel.

Adapun Dudung menyampaikan ini ketika menghadiri koordinasi percepatan pembangunan fasilitas induk CNG di Tanjung Enim pada Jumat, 3 Juli 2026.

Kata Dudung, aspek administrasi yang masih perlu diselesaikan salah satunya ihwal penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “Memang ada beberapa permasalahan, namun karena semua sepakat bahwa demi bangsa dan negara dan ini merupakan proyek nasional, program strategis nasional yang harus kita kembangkan," tutur Dudung dikutip dari keterangan tertulis pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Eks Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini berujar, penyelesaian aspek administrasi akan tetap berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku melalui koordinasi dengan pemerintah daerah maupun kementerian terkait.

Namun, Dudung menekankan, proses administrasi dan pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan bersamaan agar target penyelesaian proyek pada tahun ini dapat tercapai. "Di dalam penyelesaian administrasi itu sendiri, karena ini harus segera, target sesuai dengan tahun ini, maka proyek ini akan segera dikerjakan," kata Dudung.

Dudung mengimbuhkan, pembangunan mother station CNG di Tanjung Enim diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. "Yang paling dominan dirasakan pasti adalah membuka lapangan pekerjaan, kemudian ketahanan energi nasional," ujarnya.

Pensiunan jenderal tentara ini juga menjelaskan bahwa Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi pembangunan lantaran memiliki potensi sumber daya energi yang melimpah, baik gas bumi maupun batu bara. Lokasi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan sektor energi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Arief Kurnia Risdianto menyampaikan kesiapan perusahaan pelat merah ini dalam optimalisasi gas domestik. Arief mengapresiasi dukungan Kepala Staf Kepresidenan dan jajaran dalam pengawalan optimalisasi gas domestik, khususnya pengembangan coalbed methane (CBM) Tanjung Enim dan infrastruktur penyaluran di Pagardewa.

"Dengan infrastruktur dan pengalaman yang dimiliki PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap menjalankan peran sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan energi nasional, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi pada perekonomian daerah," ujar Arief.

Bagi Arief, dukungan KSP penting untuk membantu memastikan koordinasi berjalan lebih efektif, dengan pembagian peran dan tindak lanjut yang jelas di antara seluruh pemangku kepentingan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |