Trump: Dialog AS-Iran Ditunda hingga Pemakaman Khamenei Usai

3 hours ago 8

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat petang 3 Juli 2026 mengklaim bahwa Iran sangat ingin melakukan kesepakatan dengan Amerika. Namun seperti dilansir Anadolu, pembicaraan ditunda selama proses pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang resmi dimulai di Iran pada 4-9 Juli.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-250 kemerdekaan AS di Mount Rushmore di South Dakota, yang dikenal sebagai America 250, sambil memuji rekor militer yang dimiliki negara adidaya tersebut.

"Kami telah membangun militer yang paling tangguh dan dominan di bumi, serta keluar sebagai pemenang dalam dua perang dunia," ujarnya, seraya mengeklaim bahwa Perang Dingin telah membenamkan para rival Amerika ke dalam catatan masa lalu.

Mengomentari ketegangan yang terjadi baru-baru ini, Trump mengklaim, "Kami menaklukkan Venezuela hanya dalam waktu satu hari dan melumpuhkan Iran hingga mereka memohon perdamaian. Mereka benar-benar mendambakan perdamaian. Kami bahkan berbaik hati memberikan mereka waktu sepekan untuk berkabung."

Ia juga memuji ulang tahun penting tersebut dan berpendapat bahwa "pada usia 250 tahun, Amerika adalah republik tertua di Bumi. Kita adalah bangsa yang paling bebas di Bumi. Kita memiliki konstitusi yang paling adil dan abadi di Bumi."

"Tidak ada seorang pun yang pernah memberi lebih banyak untuk amal, mengakhiri lebih banyak kelaparan, menyembuhkan lebih banyak penyakit, atau melakukan lebih banyak untuk mengangkat kemanusiaan daripada orang Amerika," ucapnya.

Ancaman Komunis

Trump juga memperingatkan tentang apa yang digambarkannya sebagai ancaman ideologis yang kembali muncul di dalam negeri.

“Sekarang ada kebangkitan kembali ancaman komunis di negeri kita, termasuk dari pendatang baru di negara ini yang menganut ide-ide yang sepenuhnya bertentangan dengan cara hidup kita dan kesuksesan besar kita," katanya.

Dia menambahkan bahwa komunisme adalah ancaman mematikan bagi kebebasan Amerika, menyebutnya sebagai ancaman terbesar bagi negara termasuk Perang Dunia Pertama, Perang Dunia Kedua, Pearl Harbor, dan bahkan 9/11.

"Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis," kata Trump.

Pemilu Sela

Ia kemudian menyinggung politik domestik. "Kita hanya akan kalah dalam pemilihan paruh waktu jika kita membiarkan diri kita kalah," ujarnya.

Menurut dia, penghapusan aturan filibuster serta pengesahan "Undang-Undang Selamatkan Amerika" akan membuat Partai Republik tidak akan kalah dalam pemilihan selama 100 tahun.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |