KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) resmi menggelar Wisuda Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2025/2026.(Dok. Istimewa)
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) resmi menggelar Wisuda Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2025/2026. Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementan, Jakarta, mengukuhkan total 1.229 lulusan dari seluruh Indonesia.
Dari total tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) menyumbangkan 309 lulusan. Keberhasilan ini menjadi sorotan khusus karena menunjukkan daya serap lulusan vokasi pertanian di pasar kerja internasional maupun domestik sebelum mereka resmi menyandang gelar diploma.
Salah satu pencapaian paling impresif dalam wisuda tahun ini adalah partisipasi 19 wisudawan Polbangtan Yoma yang mengikuti prosesi secara daring langsung dari Jepang. Para lulusan tersebut telah mulai bekerja di berbagai perusahaan di Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW).
Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menjelaskan bahwa keberhasilan ini didukung oleh strategi pembekalan bahasa dan budaya Jepang yang intensif. Selain 19 orang yang sudah berada di Jepang, terdapat 7 lulusan lainnya yang dijadwalkan berangkat secara bertahap.
| Bekerja di Jepang (Program SSW) | 19 |
| Lolos Rekrutmen Perusahaan Domestik | 68 |
| Wirausaha Mandiri (Agripreneur) | 21 |
| Calon Pekerja Migran (Menunggu Keberangkatan) | 7 |
Mencetak Problem Solver Pertanian
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam arahannya menegaskan bahwa lulusan vokasi Kementan harus menjadi motor penggerak pertanian modern. Ia menekankan pentingnya peran lulusan sebagai problem solver di lapangan.
“Kekuatan lulusan vokasi bukan hanya pada apa yang diketahui, tetapi pada apa yang mampu dikerjakan dan masalah apa yang mampu diselesaikan. Saya ingin lahir agripreneur-agripreneur muda yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja,” tegas Mentan Amran dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa kurikulum pendidikan vokasi saat ini diarahkan agar lulusan adaptif terhadap digitalisasi pertanian dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Implementasi Ilmu di Masyarakat
Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menambahkan bahwa selama empat tahun masa pendidikan, mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu teknis, tetapi juga etika dan sikap profesional. Ia berharap para alumni dapat memberikan kontribusi nyata bagi swasembada pangan berkelanjutan dan modernisasi pertanian di Indonesia.
Dengan terserapnya 68 lulusan di perusahaan nasional dan 21 orang yang mantap berwirausaha di sektor peternakan serta pertanian sebelum wisuda, Polbangtan Yoma membuktikan efektivitas pendidikan vokasi dalam mencetak SDM unggul yang kompetitif secara global. Adapun wisuda berlangsung pada Kamis (13/8/2026) lalu. (I-1)


















































