Ilustrasi .(Antara)
POLDA Metro Jaya mengerahkan sebanyak 9.242 personel gabungan untuk mengamankan 31 aksi penyampaian pendapat dan 16 kegiatan masyarakat yang berlangsung di beberapa wilayah DKI Jakarta, Selasa (18/8).
Langkah antisipatif ini disiapkan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan publik tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan, ribuan personel gabungan tersebut ditugaskan menyebar di sejumlah lokasi strategis.
"Personel yang disiapkan terdiri atas Polda Metro Jaya sebanyak 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel," kata Budi di Jakarta, Selasa (18/8).
Pengamanan disebar di beberapa titik krusial di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Skema pengamanan ini juga dirancang untuk mengawal rangkaian kegiatan masyarakat dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahu n(HUT) ke-81 RI.
Mengenai mekanisme pengawalan di lapangan, Budi menegaskan bahwa seluruh petugas diinstruksikan mematuhi regulasi ketat.
Personel pengamanan dilarang keras membawa senjata api, sesuai arahan pimpinan tertinggi kepolisian daerah dan prosedur operasional standar (standard operating procedure/SOP).
"Tidak boleh membawa senjata api dalam pelaksanaan pelayanan penyampaian pendapat di muka umum. Kita menyampaikan secara profesional dan humanis," ujar Budi.
Ia menegaskan, hak menyampaikan aspirasi di muka umum dijamin penuh oleh Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998.
Namun, ia mengingatkan seluruh elemen peserta aksi agar senantiasa mematuhi Pasal 6 UU No 9/1998 dengan menghormati hak-hak warga masyarakat lainnya yang sedang beraktivitas.
Terkait peta lokasi unjuk rasa, kepolisian menyarankan agar elemen masyarakat tidak memusatkan kegiatan di kawasan Bundaran HI, Patung Kuda, Semanggi, maupun Sudirman.
Menurutnya, area tersebut merupakan center of gravity Jakarta yang menjadi pusat perekonomian, perhotelan, serta transportasi publik.
Adapun skema rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Bundaran HI, Monas, dan Jalan Merdeka Selatan dipastikan bersifat situasional menyesuaikan dinamika kondisi di lapangan.
Masyarakat diimbau terus memantau pembaruan informasi situasi lalu lintas melalui media sosial serta saluran informasi resmi Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar unjuk rasa pada Selasa (18/8), dengan Seruan Aksi Merebut Kemerdekaan sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI.
Rencana unjuk rasa tersebut dipusatkan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, sebagaimana diumumkan melalui unggahan pada akun Instagram resmi BEM UI @bemui_official. (Ant/P-2)


















































