Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(Dok. Antara)
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan pemerintah segera membuka tender pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW). Sebagai langkah awal, tender tahap pertama akan difokuskan pada kapasitas 30 GW yang dimulai pada tahun ini.
Bahlil menjelaskan bahwa rencana ini telah dibahas bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Langkah strategis tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
“Tahun ini, kami akan mulai masuk tahap pertama pembangunan 30 GW. Dengan Pak Dirut PLN, kami sudah bahas. Tendernya kami akan mulai lakukan,” ujar Bahlil dilansir dari Antara, Rabu (19/8).
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, pemerintah menargetkan sekitar 70–75 persen kapasitas listrik berasal dari EBT. Hal ini juga didukung dengan pengembangan sistem penyimpanan energi seperti baterai dan pumped storage untuk menjaga stabilitas pasokan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan keseriusan pemerintah dalam mendorong pembangunan PLTS hingga 100 GW dalam beberapa tahun ke depan. Selain membangun PLTS, pemerintah juga berencana menghentikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebesar 13 GW pada tahun 2026.
Pemanfaatan energi surya dinilai sangat potensial mengingat Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Selain memperkuat kemandirian energi di wilayah terpencil, langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor BBM untuk pembangkit listrik.
Berdasarkan perhitungan Kementerian Koordinator Perekonomian, pembangunan PLTS skala besar ini berpotensi menghemat biaya pokok produksi listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun. Penghematan tersebut diharapkan dapat memperkuat devisa negara dan menciptakan efisiensi anggaran energi nasional secara signifikan. (Ant/Z-10)


















































