El Nino Menguat hingga Oktober, BI Siapkan Strategi Mitigasi Inflasi Pangan

1 hour ago 2
El Nino Menguat hingga Oktober, BI Siapkan Strategi Mitigasi Inflasi Pangan Destry Damayanti.(MI/Usman Iskandar)

BANK Indonesia (BI) menyiapkan sejumlah strategi pengendalian inflasi guna memitigasi dampak fenomena El Nino terhadap lonjakan harga pangan yang diprediksi bertahan hingga akhir 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi gangguan produksi dan kenaikan biaya produksi, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.

Deputi Gubernur BI, Rizky Perdana Gozali, menjelaskan bahwa El Nino diperkirakan akan mencapai puncaknya atau menguat hingga Oktober 2026. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menekan ketersediaan pasokan pangan nasional.

"Tentu kita harus waspadai ke depan ini, terutama perlu mewaspadai risiko dari El Nino ini. El Nino diperkirakan akan lebih kuat hingga bulan Oktober 2026 di kawasan timur Indonesia, serta berdampak pada tekanan biaya produksi," ujar Rizky dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (19/8).

Fokus pada Komoditas Rentan

BI memberikan perhatian khusus pada tiga komoditas utama yang paling rentan terhadap tekanan harga akibat gangguan produksi, yakni beras, cabai, dan bawang merah. Strategi pengendalian inflasi kini tidak lagi hanya mengandalkan operasi pasar, tetapi diarahkan pada penguatan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.

Beberapa langkah strategis yang disiapkan BI antara lain:

  • Penerapan digital farming dan pertanian presisi untuk meningkatkan efisiensi produksi.
  • Penguatan pascapanen dan hilirisasi pangan guna menjaga nilai tambah dan ketahanan stok.
  • Penguatan Kerja Sama Antardaerah (KAD) berbasis pemetaan wilayah surplus dan defisit pangan.
  • Optimalisasi Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), subsidi ongkos angkut, serta gerakan pasar murah yang tepat sasaran.

Langkah-langkah tersebut akan diimplementasikan melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID), termasuk melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Kondisi Inflasi Terkini

Berdasarkan data terbaru, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,88 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini menunjukkan tren melandai dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 3,34 persen (yoy).

Penurunan inflasi tersebut didorong oleh melambatnya inflasi kelompok volatile food menjadi 2,52 persen (yoy), yang dipengaruhi oleh masa panen cabai dan bawang merah. Namun, BI menegaskan kewaspadaan tetap tinggi mengingat risiko cuaca ekstrem di periode mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI, Destry Damayanti, memastikan bank sentral akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter. Tujuannya menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027.

"Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah melalui TPIP/TPID dalam implementasi GPIPS, guna mengendalikan inflasi pangan termasuk antisipasi risiko gangguan cuaca El Nino terhadap harga pangan," pungkas Destry. (Ant/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |