BI Perluas KKI Segmen Ritel, jadi Alternatif Pembayaran Tertunda

2 hours ago 2
BI Perluas KKI Segmen Ritel, jadi Alternatif Pembayaran Tertunda Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta.(Dok. Metro Tv)

BANK Indonesia (BI) memperluas pengembangan Kartu Kredit Indonesia (KKI) ke segmen ritel sebagai bagian dari upaya menyediakan alternatif instrumen pembayaran bagi masyarakat. KKI ritel tersebut melanjutkan pengembangan KKI segmen pemerintah yang sebelumnya digunakan untuk transaksi pemerintah pusat dan daerah.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan KKI ritel dikembangkan BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan dukungan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) serta industri sistem pembayaran, baik perbankan, penyedia jasa pembayaran (PJP) nonbank, maupun penyelenggara infrastruktur pembayaran (PIP).

Menurut dia, KKI ritel ditujukan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran dengan mekanisme deferred payment atau pembayaran tertunda. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan instrumen pembayaran sesuai kebutuhan, baik menggunakan dana yang langsung terpotong maupun fasilitas pembayaran tertunda.

“Ini tujuannya untuk menyediakan berbagai alternatif untuk deferred payment, jadi pembayaran yang tertunda. Jadi masyarakat mempunyai alternatif alat pembayaran yang semakin beragam, mau yang tertunda ataupun yang langsung cash atau langsung dipotong saldonya,” ujar Filianingsih, Rabu (19/8).

Selain memperluas pilihan pembayaran, BI merancang KKI agar dapat digunakan secara interoperabel dan inklusif. Nantinya, satu mesin electronic data capture (EDC) dapat menerima berbagai KKI yang diterbitkan oleh penerbit berbeda.

Filianingsih mengibaratkan konsep tersebut seperti QRIS yang memungkinkan satu kode digunakan oleh berbagai aplikasi pembayaran. Dengan konsep interoperabilitas serupa, masyarakat nantinya tidak perlu menggunakan EDC berbeda untuk setiap kartu kredit Indonesia.

“Artinya interop nantinya EDC, satu EDC itu bisa menerima berbagai kartu kredit, Kartu Kredit Indonesia. Sama seperti QRIS, dulu QRIS satu enggak bisa di-scan oleh apps yang lain, tapi sekarang satu QRIS bisa di-scan oleh berbagai apps. Nanti sama juga EDC atau semuanya bisa dengan satu EDC semua kartu kredit itu bisa diselesaikan di sana,” jelasnya.

Pada tahap awal, terdapat sejumlah bank yang menjadi first mover dalam pengembangan KKI ritel. Bank tersebut yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank, dan Bank Mega. Sementara itu, BSI akan mengembangkan KKI berbasis syariah.

Pengembangan KKI ritel dilakukan secara bertahap. Tahap pertama berupa kartu kredit digital yang dapat digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi QRIS. Dengan skema tersebut, pengguna QRIS dapat memilih sumber dana berupa kartu kredit, tabungan, maupun uang elektronik sesuai preferensi.

“Jadi artinya kartu kredit itu akan menjadi sumber dana dari QRIS. Kalau kita scan QRIS sumber dananya bisa pilihannya bisa pakai kartu kredit, bisa pakai tabungan, ataupun pakai uang elektronik, jadi terserah dari masyarakat lebih cenderung atau prefer memakai apa,” kata Filianingsih.

Pada tahap kedua, kartu kredit digital tersebut akan dikembangkan agar dapat digunakan untuk transaksi daring, termasuk pembayaran melalui e-commerce. Adapun tahap ketiga diarahkan pada penerbitan kartu fisik KKI seperti kartu kredit pada umumnya.

BI juga membuka peluang bagi lebih banyak bank maupun PJP untuk menjadi penerbit KKI. Filianingsih menegaskan, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan, bank maupun PJP dapat mengajukan diri sebagai penerbit KKI.

“Nantinya yang lainnya siapa saja yang bisa menjadi issuer dari Kartu Kredit Indonesia? Sepanjang semua bank, PJP baik bank maupun non-bank, sepanjang bisa memenuhi syarat. Makanya kita katakan ini inklusif. Jadi semua yang memenuhi syarat bisa mengajukan diri sebagai penerbit dari KKI,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini sejumlah second mover mulai mendaftarkan diri untuk menjadi penerbit KKI. Penambahan penerbit diharapkan memperluas ketersediaan instrumen tersebut dari sisi supply.

BI juga mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan KKI ritel dengan mendaftar melalui bank masing-masing. Perluasan penggunaan di sisi demand diharapkan dapat berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah penerbit KKI.

“Ini dari sisi supply. Jadi saya mengundang juga Bapak/Ibu semuanya, teman-teman media dari sisi demand-nya, mari silakan mendaftar kepada bank masing-masing untuk mendapatkan Kartu Kredit Indonesia yang bisa menjadi sumber dana dari QRIS,” pungkasnya. (H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |