Fitch Ratings Soroti Risiko Turunnya Kepercayaan Investor

2 hours ago 3

LEMBAGA pemeringkat utang Fitch Ratings menyoroti risiko turunnya kepercayaan investor dan cadangan devisa Indonesia. Menurut Fitch, penurunan cadangan devisa secara tajam dan berkelanjutan bisa menambah tekanan pada peringkat utang Indonesia.

Fitch memproyeksikan cadangan devisa Indonesia akan mencukupi untuk 4,9 bulan pembayaran eksternal pada 2026. Posisi tersebut berada sedikit di bawah median negara dengan peringkat ‘BBB’ yaitu sebesar 5,0 bulan. Sebagai informasi, cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei tercatat sebesar US$ 144,9 miliar atau setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam analisisnya, Fitch mengatakan intervensi valas oleh Bank Indonesia telah mengurangi cadangan devisa dan menyerap likuiditas rupiah, sehingga memperketat kondisi pendanaan domestik. Kondisi tersebut berkontribusi pada peningkatan bertahap posisi short net mata uang asing, yang mencapai hampir US$ 27 miliar pada akhir Mei. Fitch mengatakan kebutuhan valas bisa meningkat di masa mendatang.

“Penurunan cadangan devisa yang berkelanjutan dan tajam, terutama jika didorong oleh arus keluar modal yang terus-menerus terkait dengan kepercayaan investor yang lebih lemah atau pelemahan lebih lanjut dalam indikator tata kelola, dapat menambah tekanan pada peringkat utang negara,” tulis Fitch dalam analisisnya, dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.

Fitch juga menyoroti kebijakan pemerintah untuk memusatkan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurut Fitch, risiko pelaksanaan ekspor komoditas strategis melalui DSI amat tinggi karena detail operasional kebijakan tersebut masih terbatas. Sedangkan ketidakpastian kebijakan merupakan hambatan utama bagi kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“Intervensi negara yang lebih besar dalam ekspor komoditas dapat melemahkan sentimen investor dan membebani prospek pertumbuhan jangka menengah Indonesia jika secara signifikan menghambat masuknya investasi asing langsung (FDI), sementara pengawasan yang lebih ketat terhadap sektor sumber daya alam negara juga dapat mengganggu arus ekspor komoditas,” ucap Fitch.

Namun, menurut Fitch, jika ekspor melalui DSI diimplementasikan secara efektif dan didukung oleh tata kelola yang kuat untuk meningkatkan kepercayaan investor, kebijakan tersebut secara bertahap dapat memperkuat penerimaan pendapatan pemerintah dari sektor komoditas strategis dan mendukung akumulasi cadangan devisa.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |