CANTIKA.COM, Jakarta - Hyaluronic acid atau asam hialuronat menjadi salah satu kandungan skincare yang paling banyak digunakan karena kemampuannya menjaga kelembapan kulit. Tak hanya hadir dalam serum, bahan aktif ini juga banyak dimanfaatkan dalam berbagai prosedur aesthetic untuk membantu memperbaiki kualitas kulit dari dalam.
Lantas, apakah penggunaan hyaluronic acid dalam collagen stimulator aman dikombinasikan dengan skincare yang mengandung bahan aktif seperti retinol, vitamin C, hingga eksfoliator?
Dokter estetika dr. Elizabeth Lisa menegaskan bahwa penggunaan hyaluronic acid, termasuk melalui prosedur injeksi skin booster, pada dasarnya tidak memiliki pantangan jika dipadukan dengan rutinitas skincare harian.
Hyaluronic Acid Aman Dipadukan dengan Retinol dan Vitamin C
Menurut dr. Elizabeth Lisa, banyak pasien khawatir hasil treatment akan terganggu ketika tetap menggunakan skincare yang mengandung bahan aktif. Padahal, keduanya justru bisa saling melengkapi.
"Perawatan dari dalam dan skincare dari luar justru bekerja saling mendukung. Tidak ada pantangan menggunakan retinol, vitamin C, maupun skincare lainnya setelah treatment hyaluronic acid," jelasnya dalam konferensi “The Future of Aesthetic Treatments: Personalized Combination Treatment with PLLA SCA and NASHA-OBT” di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa skin booster berbasis hyaluronic acid bekerja merangsang kualitas kulit dari lapisan dalam. Sementara skincare membantu mempertahankan hasil tersebut dari permukaan kulit. "Justru banyak pasien yang merasa skincare mereka bekerja lebih optimal setelah melakukan treatment karena kondisi kulit menjadi lebih sehat," ujarnya.
Meski demikian, dr. Elizabeth mengingatkan penggunaan produk eksfoliasi tetap perlu diperhatikan. Bahan seperti AHA, BHA, maupun exfoliating toner sebaiknya tidak digunakan terlalu sering, terlebih jika kulit sedang menjalani berbagai perawatan aktif.
Skin barrier yang terganggu dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif, mudah kemerahan, hingga mengalami iritasi. "Kalau memakai eksfoliator, cukup sekitar seminggu sekali. Jangan berlebihan karena bisa membuat skin barrier menjadi lebih tipis," katanya.
Perawatan Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan Kulit
Dr. Elizabeth juga menegaskan bahwa tidak ada satu prosedur yang cocok untuk semua orang. Perawatan wajah sebaiknya bersifat personal karena dipengaruhi oleh kondisi kulit, aktivitas, hingga gaya hidup masing-masing individu.
"Banyak modalitas yang bisa dikombinasikan. Sama seperti makan, tentu lebih baik mendapatkan nutrisi dari beberapa lauk dibanding hanya satu. Dalam dunia aesthetic juga begitu, kombinasi treatment sering kali memberikan hasil yang lebih optimal."
Ia pun mengingatkan bahwa tujuan utama perawatan bukan mengubah bentuk wajah atau membuat seseorang terlihat seperti orang lain. "Kita tidak ingin menghentikan proses penuaan. Kita hanya ingin memperlambatnya sehingga setiap orang bisa tetap menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri."
Pilihan Editor: Tips Memilih Skincare yang Mengandung Hyaluronic Acid
ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)









:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)







